Yogyakarta – Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN menggelar Temu Pelanggan dan Pengguna Alumni 2026 di Auditorium Nusantara Cendekia, Kawasan Sains, Teknologi, dan Edukasi (KSTE) Achmad Baiquni, BRIN Yogyakarta, Rabu (26/8) lalu.
Kegiatan tersebut menjadi forum komunikasi dan evaluasi antara Poltek Nuklir dengan pengguna lulusan, alumni, pemangku kepentingan serta menghimpun masukan mengenai kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sukarman, Wakil Direktur Bidang Nonakademik Poltek Nuklir dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan temu pelanggan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan serta sarana untuk memperoleh umpan balik dari pengguna lulusan serta sebagai bahan peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan program studi secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini menjadi forum komunikasi dan evaluasi antara Poltek Nuklir dengan pengguna lulusan, alumni, dan stakeholder. Melalui forum ini, kami ingin memperoleh masukan terkait kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Sukarman.
Dalam kesempatan yang sama, Rio Natanael Wijaya dosen Poltek Nuklir menyampaikan materi tentang dengan Profil Program Studi dan Penyelenggaraan Akademik Poltek Nuklir. Materi mencakup visi, misi, dan tujuan Poltek Nuklir, program studi, peminatan dan prospek kerja, kurikulum, serta capaian pembelajaran lulusan.
Perwakilan HRD MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Agatha Kusuma, menyoroti pentingnya kesesuaian kompetensi lulusan dengan perkembangan teknologi radioisotop dan radiofarmaka.
“Sejak tahun 2024, Program Studi Teknokimia Nuklir telah mengembangkan peminatan Radioisotop dan Radiofarmaka sebagai bagian dari upaya menyesuaikan kompetensi mahasiswa dengan perkembangan kebutuhan di bidang teknologi nuklir, khususnya radioisotop dan radiofarmaka,” ungkap Lutfi Hasnowo, ketua Program Studi Teknokimia Nuklir Poltek Nuklir dalam menanggapi hal tersebut.
Masukan terkait pengembangan teknologi juga disampaikan oleh PT Radiant Utama Interinsco, Tbk. Perwakilan perusahaan tersebut menekankan pentingnya penguatan kompetensi Non-Destructive Testing (NDT), termasuk pemanfaatan teknologi robotika untuk mendukung proses inspeksi di lokasi yang sulit dijangkau.
Selain penguatan kompetensi teknis, perwakilan PT QMB New Energy Materia, Gieffari Muhammad menyampaikan perlunya peningkatan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan Mandarin.
“Kemampuan tersebut semakin dibutuhkan dalam lingkungan kerja yang melibatkan perusahaan multinasional dan komunikasi profesional dengan mitra internasional,” ungkapnya.
Dari sisi peluang kerja, perwakilan PT IWIP, M. Ikhsan menyampaikan bahwa rencana pengembangan kawasan industri berpotensi meningkatkan kebutuhan sumber daya manusia. Peluang tersebut mencakup bidang teknis, keselamatan, pengendalian kualitas, instrumentasi, dan kompetensi pendukung lainnya yang relevan dengan kebutuhan industri.
Temu Pelanggan dan Pengguna Alumni 2026 menjadi bahan evaluasi bagi Poltek Nuklir dalam mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Masukan dari pengguna alumni juga menjadi dasar untuk memperkuat jejaring dan peluang kerja sama dengan industri, sekaligus mendukung peningkatan kualitas lulusan secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB tersebut diikuti sekitar 148 peserta yang terdiri atas perwakilan perusahaan, pengguna alumni, dan sivitas akademika Poltek Nuklir. (mha, tek/ed:mn)