Yogyakarta-Humas BRIN. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan tiga pesan kepada para wisudawan Politeknik Nuklir dalam acara Dies Natalis dan Wisuda Politeknik Teknologi Nuklir (Poltek Nuklir) Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, (9/9).
Tiga pesan tersebut yakni menjadi pembelajar sejati dengan future mindset, berfokus pada future practice, serta memperkuat karakter dan integritas.
Arif mengatakan, ketiga hal tersebut penting diterapkan oleh mahasiswa sebagai bekal untuk terus berinovasi dan memberikan dampak bagi masyarakat, industri, serta kebijakan pemerintah.
“Jadilah pembelajar sejati dengan mindset yang baik. Orang-orang yang memiliki mindset yang baik biasanya seorang pembelajar yang baik,” ujar Arif.
Ia juga menekankan bahwa wisuda bukan menjadi akhir dari proses belajar. Menurutnya, wisuda justru menjadi momentum untuk mendorong seseorang menjadi pembelajar sejati.
“Wisuda bukan terminal akhir bagi Anda untuk pembelajar, justru menjadi pemicu pembelajar sejati,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Poltek Nuklir Zainal Arief menyampaikan bahwa penguatan perguruan tinggi vokasi dan talenta nuklir perlu diarahkan tidak hanya pada kompetesni teknis tapi pada inovasi yang relevan, aplikatif dan berdampak nyata pada masyarakat dan indutri.
Menurut Zainal, hal tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis kebutuhan masa depan, riset terapan, hilirisasai teknologi, kolaborasi erat dengan lembaga riset, industri dan regulator, serta penyediaan ekosistem inovasi yang mendorong mahasiswa dan dosen menghasilkan solusi berbasis teknologi nuklir.
Zainal juga berpesan agar mahasiswa diharapkan menjadi SDM yang adapatif dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan baik di dunia kerja maupun masyarakat.
“Semoga mahasiswa lulusan Poltek dapat bersaing di tingkat dunia sesuai dengan visi poltek nuklir yaitu membangun SDM nuklir berdaya saing global,” pungkas Zainal.
Staff Ahli Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Ana windyawati dalam sambutannya mengapresiasi Poltek Nuklir atas kontribusi dalam pengembangan pendidikan riset dan penyiapan sumber daya manusia Indonesia.
Ana berharap lulusan mahasiswa Poltek Nuklir tidak hanya berhenti pada capaian akademik maupun keberhasilan teknis semata tapi mampu memberi nilai tambah kepada masyarakat.
“Hal tersebut relevan dengan tema wisuda pada hari ini yaitu sinergi talenta nuklir untuk akselerasi inovasi berdampak,” ujar Ana.
Menurutnya, kemampuan untuk terus memberi nilai sangat penting karena pada praktiknya secara administrtif bisa disebut inovasi namun secara substansi belum bisa menghasilkan perubahan yang berarti.
Sebanyak 104 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda yang terdiri atas 36 mahasiswa Teknokimia Nuklir, 34 mahasiswa Elektronika Instrumentasi, dan 34 mahasiswa Elektro Mekanika. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 mahasiswa meraih predikat cumlaude, yang terdiri atas 30 mahasiswa Teknokimia Nuklir, 25 mahasiswa Elektronika Instrumentasi, dan 23 mahasiswa Elektro Mekanika.(omi,ky,tek/ed:mn)