Yogyakarta – Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN menerima kunjungan Perum Bulog dalam rangka penjajakan potensi kerja sama strategis melalui rapat koordinasi yang diselenggarakan pada Selasa, (21/4) di Ruang Rapat Candhikala Widya. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antarinstansi untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi nuklir.
Rapat koordinasi dihadiri oleh Wakil Direktur Akademik Poltek Nuklir Sutanto beserta jajaran dosen, serta Direktur SDMT Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto bersama tim. Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara kedua institusi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan penerapan teknologi nuklir untuk sektor pangan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Poltek Nuklir memaparkan berbagai potensi yang dapat dikembangkan bersama, termasuk penyediaan SDM dan kegiatan kolaborasi riset penerapan teknologi nuklir, khususnya irradiator gamma di bidang pengawetan pangan.
Sebagai informasi, mulai tahun 2024 Kepala BRIN mendorong poltek nuklir untuk fokus pada pengembangan pendidikan dan teknologi nuklir, sehingga Poltek Nuklir menekankan pada kegiatan pendidikan termasuk kegiatan penelitian di bidang energi, kesehatan, air, hingga bidang pangan. “Ada kegiatan-kegiatan di Poltek Nuklir yang dapat dikolaborasikan dengan Perum Bulog yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” kata Sutanto.
Kunjungan ini sekaligus merupakan tindak lanjut atas kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Perum Bulog, termasuk addendum terkait pemanfaatan teknologi iradiasi pangan yang dikembangkan BRIN.
Dalam kesempatan tersebut, Sudarsono menyampaikan ketertarikannya terhadap pemanfaatan teknologi tersebut sebagai solusi untuk meningkatkan masa simpan komoditas pangan strategis seperti beras dan jagung.
Selain membahas peluang pemanfaatan teknologi, diskusi juga mencakup potensi pengembangan fasilitas pendukung, termasuk kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten dalam pengoperasian fasilitas iradiasi pangan. Hal ini sekaligus membuka peluang kontribusi lulusan Poltek Nuklir dalam mendukung penguatan sektor pangan nasional berbasis teknologi maju.
Selain itu, rapat ini juga menjadi forum diskusi untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan kedua belah pihak.
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara Poltek Nuklir BRIN dengan Perum Bulog, khususnya dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk mendukung sektor pangan dan logistik nasional. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang strategis dan berkelanjutan antara Poltek Nuklir dan Perum Bulog, guna mendukung ketahanan pangan nasional serta penguatan inovasi teknologi di Indonesia. (dk, mr, ksa)