
Yogyakarta – Humas BRIN. Mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN, Andrian Bayu Dwiputra berhasil meraih Juara 1 kategori Expert pada ajang National CAD-CAM Competition (NCC) 2026, untuk kategori CAD – Mechanical Animation, pada Rabu (7/5).
Kompetisi tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh Politeknik Manufaktur Bandung dan diikuti oleh mahasiswa politeknik dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya adalah Poltek Nuklir. “Poltek Nuklir mengirimkan 3 mahasiswa untuk mengikuti kompetisi tersebut” ujar Suroso, salah satu dosen Poltek Nuklir yang mendampingi mahasiswa selama mengikuti kompetisi ini.
Kategori CAD – Mechanical Animation pada NCC 2026 menitikberatkan pada kemampuan peserta dalam membuat assembly mekanik, melakukan simulasi gerakan (motion animation), serta menyusun video animasi mekanisme kerja dan pembongkaran komponen (exploded animation) menggunakan perangkat lunak Solid Edge Student Version.
Melalui kategori ini, peserta diuji dalam menyusun hubungan antar komponen (assembly relationship), mengatur pergerakan kamera animasi, membuat exploded view, hingga menghasilkan video animasi mekanik yang komunikatif dan realistis.
NCC sendiri merupakan kompetisi vokasi nasional yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang CAD-CAM serta mendorong lahirnya talenta muda yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi industri.
Keberhasilan Andrian menjadi capaian membanggakan bagi Poltek Nuklir sekaligus membuktikan daya saing mahasiswa vokasi dalam bidang desain dan manufaktur berbasis digital. Menurut Suroso, keberhasilan ini dikarenakan faktor mental dan kegigihan Andrian untuk memenangkan kompetisi ini sangat besar.
Andrian mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam NCC 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, kompetisi tersebut tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga melatih ketelitian, manajemen waktu, kemampuan problem solving, hingga ketahanan mental.
“Dalam proses persiapan lomba, saya menghadapi berbagai tantangan yang datang secara bersamaan. Saya ditunjuk sebagai ketua program kerja di waktu yang berdekatan dengan pelaksanaan lomba, aktif sebagai panitia Diksar Mapala, menjalani masa UTS, mengabdi di tiga organisasi, sekaligus menjadi pengurus asrama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterbatasan waktu latihan dan tuntutan untuk beradaptasi dengan aplikasi baru menjadi tantangan tersendiri dalam persiapan kompetisi.
“Di tengah berbagai tanggung jawab tersebut, waktu latihan saya sangat terbatas dan saya juga harus beradaptasi dengan aplikasi baru yang sebelumnya belum sepenuhnya familiar,” katanya.
Menurut Andrian, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting tentang arti konsistensi dan tanggung jawab sebagai mahasiswa vokasi dan calon engineer.
“Dari seluruh proses tersebut saya belajar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang. Justru melalui tekanan dan kesibukan itulah saya memahami arti konsistensi, disiplin, dan tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa vokasi dan calon engineer,” tambahnya.
Ia berharap NCC dapat terus menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa vokasi di bidang desain dan manufaktur, sekaligus melahirkan engineer muda Indonesia yang kreatif dan berdaya saing tinggi.
“Saya berharap National CAD-CAM Competition dapat terus menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa vokasi di bidang desain dan manufaktur, sekaligus menjadi tempat lahirnya inovasi dan engineer muda Indonesia yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” ucapnya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada mahasiswa agar tetap semangat meraih prestasi meskipun memiliki berbagai tanggung jawab akademik maupun organisasi.
“Kesibukan organisasi, akademik, maupun tanggung jawab lainnya bukanlah penghalang untuk tetap berprestasi. Selama ada kemauan untuk belajar, keberanian untuk mencoba, dan konsistensi untuk terus berkembang, maka kesempatan untuk mencapai hasil terbaik akan selalu terbuka,” tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Andrian menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing, pihak kampus, rekan organisasi, teman seperjuangan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan doa selama proses kompetisi berlangsung. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan membawa nama baik institusi ke tingkat yang lebih tinggi. (dk, kf)