Yogyakarta – Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN menyelenggarakan program pembinaan bagi delegasi Indonesia yang akan berlaga pada International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi unggul di bidang ilmu dan teknologi nuklir sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi kompetisi sains tingkat internasional. Pembinaan dilaksanakan secara daring pada 6–24 Juli 2026 untuk materi teori, kemudian dilanjutkan secara luring pada 27–31 Juli 2026 di Kampus Poltek Nuklir BRIN, Yogyakarta, yang mencakup pendalaman teori dan praktikum.
International Nuclear Science Olympiad (INSO) merupakan ajang olimpiade sains internasional yang berfokus pada ilmu dan teknologi nuklir. Kompetisi ini bertujuan meningkatkan minat, kompetensi, dan pemahaman peserta didik terhadap pemanfaatan ilmu nuklir untuk tujuan damai, mencakup bidang kesehatan, energi, lingkungan, dan industri. Selain menjadi arena kompetisi akademik, INSO juga menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan perkembangan teknologi nuklir global sekaligus membangun jejaring internasional antarpelajar dari berbagai negara.
Selama program pembinaan, peserta memperoleh penguatan materi dasar dan terapan ilmu nuklir yang disesuaikan dengan ruang lingkup kompetisi INSO. Selain pembelajaran teori, peserta juga mengikuti praktikum untuk memperdalam pemahaman terhadap prinsip-prinsip ketenaganukliran serta penerapannya dalam berbagai bidang. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan analitis, keterampilan praktis, dan kesiapan peserta dalam menghadapi tantangan kompetisi internasional.
Program pembinaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Politeknik Teknologi Nuklir (Poltek Nuklir) BRIN, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), dan International Nuclear Agency Indonesia (INuA) Indonesia BRIN dalam mempersiapkan delegasi Indonesia menghadapi International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026. Olimpiade ini mendapat dukungan dari International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai sponsor penyelenggaraan. Dalam pelaksanaannya, pembinaan teknis dilakukan oleh Poltek Nuklir BRIN bersama INuA Indonesia BRIN. Tim pembina dipimpin oleh Fifi Nurfiana selaku ketua tim sekaligus penanggung jawab pembelajaran luring, sementara Lutfi Aditya Hasnowo bertindak sebagai penanggung jawab pembelajaran daring dan saat ini turut mendampingi delegasi Indonesia mengikuti rangkaian kompetisi di Jeddah, Arab Saudi. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antarlembaga dalam membangun talenta muda Indonesia yang unggul di bidang ilmu dan teknologi nuklir.
Melalui pembinaan ini, Poltek Nuklir BRIN berharap para delegasi Indonesia tidak hanya mampu menorehkan prestasi pada International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026, tetapi juga menjadi duta sains yang memperkenalkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat internasional. Program ini sekaligus menegaskan komitmen Poltek Nuklir BRIN dalam mendukung pengembangan talenta nuklir muda melalui pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan kompetisi global, serta memperkuat ekosistem pembinaan sumber daya manusia ketenaganukliran melalui kolaborasi dengan Puspresnas, INuA Indonesia BRIN, dan mitra internasional. (ksa, mr, dk)