Yogyakarta-Humas BRIN. Dalam rangka memperkuat wawasan akademik dan menumbuhkan budaya riset sejak dini, sebanyak 87 siswa SMA Islam Terpadu (IT) Baitussalam Sleman melaksanakan kunjungan edukasi (Discovery Day) ke Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) - BRIN pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tahunan yang ditujukan bagi siswa kelas 10 ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung (experiential learning) di dunia riset serta pengenalan lingkungan kampus. 

Rombongan terdiri dari 29 siswa putra, 58 siswa putri, serta didampingi oleh 13 guru pendamping tersebut tiba di lokasi pada pukul 07.30 WIB.

 

Acara diawali penyambutan yang dibuka terlebih dahulu oleh pihak Poltek Nuklir BRIN, diwakili oleh Sukarman selaku Wakil Direktur Non-Akademik. Ia hadir memberikan sambutan hangat sekaligus mewakili Direktur Poltek Nuklir yang pada saat bersamaan sedang menghadiri agenda kedinasan di Jakarta.

Sukarman menjelaskan bahwa seluruh aktivitas akademik dan riset di Poltek Nuklir terintegrasi dalam satu kawasan terpadu. Ia memperkenalkan tata letak fasilitas kampus, mulai dari gedung perkantoran 7 lantai yang sedang mereka tempati, gedung perkuliahan di sisi belakang, hingga kompleks laboratorium mutakhir yang berjejer di area ujung kawasan.

Sebagai pimpinan di bidang non-akademik yang membawahi kemahasiswaan, alumni, dan kerja sama, Sukarman juga memotivasi para siswa kelas 10 untuk memanfaatkan kunjungan ini dengan optimal.

"Kami berharap para siswa dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan di sini dan mengenal lebih dekat berbagai laboratorium yang kami miliki. Pintu kami terbuka lebar bagi Adik-adik sekalian yang tertarik untuk bergabung menjadi bagian dari Poltek Nuklir dan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru dalam dua tahun ke depan," ujar Sukarman.

 

Setelah sambutan dari tuan rumah selesai, sesi dilanjutkan dengan sambutan dari Prio Yulianto selaku Staf Kurikulum SMA IT Baitussalam. Dalam penyampaiannya, Prio mengungkapkan apresiasi yang mendalam kepada pimpinan dan seluruh sivitas akademika Poltek Nuklir BRIN atas kesempatan perdana yang diberikan kepada sekolah mereka. Ia menekankan bahwa agenda Discovery Day ini memegang peranan penting dalam membuka cakrawala berpikir para siswa. 

"Tujuannya untuk meningkatkan wawasan anak-anak di dunia riset dan juga pengenalan kampus. Harapannya, setelah sampai di sini bisa menambah wawasan sehingga meningkatkan jiwa riset kalian," ungkap Prio Yulianto di hadapan para siswa. 

Dalam sambutannya, Prio Yulianto juga menyelipkan pesan motivasi untuk mengikis stigma negatif mengenai nuklir yang sering kali dianggap menakutkan atau berbahaya. Menariknya, ia mengungkapkan pula bahwa salah satu alumni SMA IT Baitussalam lulusan tahun 2023 saat ini tengah menempuh studi di Poltek Nuklir BRIN melalui jalur beasiswa penuh. Kehadiran alumni tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para siswa kelas 10 agar tidak ragu untuk melanjutkan studi di bidang teknologi nuklir ke depannya.

 

Memasuki agenda berikutnya, Sukarman memberikan paparan komprehensif mengenai profil institusi. Dalam presentasinya, ia mengulas sejarah panjang berdirinya Poltek Nuklir Indonesia—yang berakar dari Pendidikan Ahli Teknik Nuklir (PATN) sebelum bertransformasi menjadi STTN dan kini Poltek Nuklir—serta menjelaskan sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), rincian biaya pendidikan, dan peluang program beasiswa penuh.

Setelah pemaparan teori dan profil selesai, para peserta didik langsung diajak melakukan kunjungan lapangan terpandu untuk mengeksplorasi fasilitas sains mutakhir instansi: 

Fasilitas Reaktor Kartini: Siswa diperkenalkan secara langsung pada mekanisme kerja reaktor riset serta pemanfaatannya dalam mendukung perkembangan sains nasional. 
Laboratorium Iradiator Gamma: Di fasilitas ini, para siswa mengamati langsung aplikasi teknologi nuklir di berbagai sektor vital, seperti pengawetan pangan, sterilisasi medis, hingga rekayasa industri. 
Melalui sinergi edukatif antara SMA IT Baitussalam dan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia ini, diharapkan stigma lama tentang nuklir dapat terkikis dan berganti menjadi ketertarikan besar bagi generasi muda untuk menjadi calon-calon ilmuwan, peneliti, dan inovator masa depan yang siap memajukan teknologi nasional. (mr,ksa)