Yogyakarta - Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) menerima kunjungan dari Madrasah Aliyah (MA) Husnul Khatimah, Kuningan, bertempat di Kawasan Sains dan Teknologi Energi (KSTE) A. Baiquni, Yogyakarta pada Selasa (5/5). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan antara kedua institusi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, khususnya dalam pengenalan pendidikan vokasi berbasis teknologi nuklir kepada siswa-siswi MA Husnul Khatimah.
Kepala MA Husnul Khatimah, Danni Abdurrahman dan jajarannya hadir untuk memperoleh informasi secara lebih mendalam mengenai Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia, mulai dari program studi yang tersedia, sistem pembelajaran, fasilitas pendidikan, hingga mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Wakil Direktur Poltek Nuklir bidang Nonakademik, Sukarman.
Dalam sambutannya, Sukarman menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa Poltek Nuklir senantiasa terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan menengah. “Sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membantu siswa memperoleh informasi yang tepat mengenai pilihan studi lanjutan serta prospek karier di masa depan” ujar Sukarman.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama, khususnya dalam upaya meningkatkan akses informasi dan pemahaman siswa mengenai pendidikan vokasi di bidang teknologi nuklir. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, pihak Poltek Nuklir memaparkan berbagai keunggulan pendidikan vokasi yang diselenggarakan. Sukarman menyampaikan bahwa selain menekankan aspek teori, Poltek Nuklir juga memberikan porsi besar pada praktik laboratorium dan pengalaman lapangan.
“Kurikulum dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis tinggi, berkarakter profesional, serta siap bekerja di berbagai sektor strategis, termasuk energi, kesehatan, industri, dan lingkungan” terang Sukarman.
Rombongan MA Husnul Khatimah juga mendapatkan penjelasan rinci mengenai proses Penerimaan Mahasiswa Baru, mulai dari persyaratan administrasi, tahapan seleksi, hingga tips persiapan yang dapat dilakukan siswa sejak dini. “Informasi yang kami dapatkan ini sangat penting agar para guru nantinya dapat memberikan pendampingan yang lebih optimal kepada siswa yang berminat melanjutkan studi di Poltek Nuklir” kata Danni menanggapi paparan Sukarman.
Sukarman menuturkan bahwa hubungan antara MA Husnul Khatimah dan Poltek Nuklir telah terjalin dengan baik. Hingga saat ini, tercatat tiga alumni MA Husnul Khatimah sedang dan telah menempuh pendidikan di Poltek Nuklir. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa lulusan MA Husnul Khatimah memiliki kapasitas akademik dan karakter yang kuat untuk mengikuti pendidikan di bidang teknologi nuklir.
“Keberadaan alumni dari MA Husnul Khatimah menunjukkan bahwa sekolah ini memiliki potensi besar dalam mencetak siswa-siswi yang mampu bersaing dan berprestasi. Kami berharap jumlah tersebut terus bertambah pada tahun-tahun mendatang” tambahnya.
Untuk memperkuat hubungan yang telah terbangun, kedua pihak sepakat bahwa sosialisasi langsung ke lingkungan MA Husnul Khatimah perlu dilaksanakan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada siswa mengenai program pendidikan, peluang beasiswa, prospek karier, serta persiapan akademik yang diperlukan untuk mengikuti seleksi masuk Poltek Nuklir.
Selain sesi diskusi, rombongan diajak mengunjungi sejumlah fasilitas laboratorium di KSTE A. Baiquni. Dalam kunjungan tersebut, para guru melihat secara langsung sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian, termasuk laboratorium yang berkaitan dengan aplikasi teknologi nuklir di berbagai bidang. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai lingkungan pendidikan yang modern, aman, dan berbasis teknologi tinggi.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia dan MA Husnul Khatimah Kuningan, serta membuka peluang yang lebih luas bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang teknologi nuklir dan sains terapan.(dk, foto:mr)