
Yogyakarta – Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN menerima kunjungan akademik dari Program Studi Magister Ketahanan Energi Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Kawasan Sains, Teknologi, dan Edukasi (KSTE) A. Baiquni, Yogyakarta, Rabu (24/6).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta mengenai peran teknologi nuklir dalam mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus memperkenalkan kapasitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) ketenaganukliran yang dimiliki Poltek Nuklir BRIN.
Direktur Poltek Nuklir BRIN, Zainal Arief, menyambut langsung rombongan Universitas Pertahanan (Unhan) RI dan memaparkan perkembangan Poltek Nuklir sebagai satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang secara khusus menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang teknologi nuklir. Dalam paparannya, Zainal menjelaskan bahwa Poltek Nuklir terus berupaya memperkuat perannya dalam mencetak SDM unggul yang siap mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir di berbagai sektor strategis.
“Poltek Nuklir BRIN berkomitmen menjadi perguruan tinggi vokasi teknologi nuklir yang berdaya saing global melalui penguatan pendidikan, penelitian terapan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan” ujar Zainal.
Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai fasilitas pendidikan dan riset yang tersedia di KSTE A. Baiquni, termasuk laboratorium pendidikan, fasilitas akselerator, iradiator gamma, laboratorium non-destructive testing (NDT), hingga ekosistem riset yang terintegrasi dengan berbagai pusat riset di lingkungan BRIN. Selain itu, dijelaskan pula arah pengembangan Poltek Nuklir dalam mendukung kebutuhan SDM nasional di bidang teknologi pembangkit energi nuklir, teknologi analisis nuklir dan radiasi, teknologi akselerator, hingga teknologi radioisotop dan radiofarmaka.
Sementara itu, Dosen Program Studi Magister Ketahanan Energi Unhan RI, Rudy Laksmono, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa dalam memahami tantangan dan peluang pengembangan energi nasional, khususnya energi nuklir sebagai salah satu opsi strategis dalam transisi energi.
Menurut Rudy, penguatan ketahanan energi memerlukan dukungan SDM yang kompeten, ekosistem riset yang kuat, serta kolaborasi antarlembaga pendidikan dan penelitian. Oleh karena itu, kunjungan ke Poltek Nuklir BRIN menjadi sarana yang penting untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai kesiapan Indonesia dalam mengembangkan teknologi nuklir secara aman, selamat, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Poltek Nuklir BRIN dan Universitas Pertahanan RI diharapkan dapat mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan SDM yang mendukung penguatan ketahanan energi nasional di masa mendatang. (dk)