Yogyakarta – Humas BRIN. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN. Tim yang terdiri atas Ferdiandra Ibrahim Jodhy Raharjo, Muhammad Ghazy Alhusna, dan Muhammad Yusuf Ilham berhasil meraih juara tiga pada ajang The International Brain Challenge Season 5 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) Telkom University Surabaya. Babak semifinal dan final kompetisi tersebut berlangsung di Aula Telkom University Surabaya pada pada (20/6) lalu.
Kompetisi yang mengusung tema The Mindforge Arena: Shaping Brilliant Thinkers Through Challenge tersebut bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, strategi, dan pemecahan masalah melalui berbagai tantangan interaktif.
The International Brain Challenge merupakan kompetisi berbasis problem solving yang menguji kemampuan logika, matematika, berpikir kritis, serta kecepatan analisis peserta melalui platform simulasi kognitif digital (Brain Challenge). Peserta dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti Arithmetic, Reflection, Mosaic, Tick Tock, Magic Rule, dan Balance yang dirancang untuk mengukur kemampuan analitis, fokus, dan pengambilan keputusan secara real-time.
Kompetisi dilaksanakan dalam beberapa tahapan, mulai dari babak penyisihan secara daring hingga semifinal dan final secara luring di Telkom University Surabaya. Dari seluruh peserta yang mengikuti kompetisi, hanya tim terbaik yang berhasil melaju hingga babak final untuk memperebutkan gelar juara.
Ferdiandra Ibrahim Jodhy Raharjo, selaku ketua tim mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja sama tim, latihan yang konsisten, dan semangat untuk terus belajar. "Meraih Juara 3 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Setiap tantangan tidak hanya menguji kemampuan logika dan matematika, tetapi juga melatih fokus, ketelitian, komunikasi, serta pengambilan keputusan dalam waktu yang terbatas,” ujarnya.
Menurutnya kesempatan ini menjadi ajang pembelajaran bahwa kemampuan problem solving tidak hanya bergantung pada pengetahuan, tetapi juga pada strategi dan kerja sama tim. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan kompetensi dan berani mengikuti kompetisi akademik lainnya.
Sementara itu, pendamping tim Erwin Fakhrurozi menyebut prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Poltek Nuklir BRIN memiliki kemampuan untuk bersaing pada kompetisi yang mengedepankan logika, analisis, dan pemecahan masalah. “Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari proses pembelajaran di luar kelas yang mampu membentuk karakter, meningkatkan daya saing, sekaligus mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.
Direktur dan sivitas akademika Poltek Nuklir BRIN mengapresiasi capaian tersebut sebagai salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus soft skills. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Poltek Nuklir BRIN untuk terus berinovasi, berkompetisi, dan mengharumkan nama institusi di berbagai ajang akademik. (dk)