Yogyakarta – Humas BRIN. Mahasiswa Program Studi Teknokimia Nuklir, Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN, berhasil meraih Medali Perak dalam ajang National Essay Competition (NESCO) 3 yang diselenggarakan pada 18–21 September 2026 di Universitas Udayana, Bali.

Prestasi tersebut diraih oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Arthur Gerard Pogoa, Desirangin Dedahan Maulia, dan Fajar Sidiq Sukiman. Ketiganya mengusung karya esai berjudul “TunIr: Inovasi Teknologi Iradiasi Gamma untuk Meningkatkan Umur Simpan Ikan Tuna guna Mendorong Daya Saing Ekspor dalam Mendukung Ekonomi Biru Indonesia.”

Kompetisi yang mengangkat tema “Menciptakan Dampak Nyata melalui Inovasi: Peran Strategis Generasi Muda dalam Pembangunan Bangsa” tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan inovatif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Melalui karya esai tersebut, tim Poltek Nuklir menawarkan gagasan pemanfaatan teknologi iradiasi gamma sebagai salah satu alternatif teknologi untuk meningkatkan umur simpan ikan tuna. Gagasan tersebut menyoroti potensi teknologi nuklir dalam mendukung pengelolaan hasil perikanan, meningkatkan daya saing produk tuna di pasar ekspor, serta memperkuat kontribusi generasi muda dalam pembangunan ekonomi biru Indonesia.

Ekonomi biru merupakan konsep pembangunan berkelanjutan yang memanfaatkan sumber daya kelautan dan perairan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan keberlanjutan serta kesehatan ekosistem laut.

Dosen pembimbing tim, Dr. Dhita Ariyanti, M.Si., menjelaskan bahwa teknologi iradiasi gamma merupakan salah satu aplikasi teknologi nuklir yang dapat mendukung program prioritas nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan.

“Teknologi iradiasi gamma merupakan salah satu aplikasi teknologi nuklir yang mampu mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan. Meskipun demikian, pengawetan tuna menggunakan teknologi ini masih memerlukan pengembangan, terutama dari sisi optimasi dan distribusi dosis serta pengaruh proses preservasi terhadap kandungan nutrisi,” ujar Dhita.

Menurutnya, pengembangan teknologi tersebut perlu terus dilakukan agar penerapannya dapat memberikan manfaat optimal dalam menjaga kualitas produk perikanan sekaligus mendukung peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas tuna.

Keberhasilan tim Poltek Nuklir dalam NESCO 3 tidak terlepas dari proses pembimbingan dan kerja sama yang dilakukan selama penyusunan karya. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan berbasis teknologi nuklir sekaligus mengaitkannya dengan isu strategis pembangunan berkelanjutan.

“Mengikuti kompetisi ini melatih kemampuan kerja sama dalam menemukan inovasi yang tepat dalam waktu singkat” ungkap Desirangin. Disamping itu, ia juga mengharapkan akan lebih banyak lagi prestasi lain dari mahasiswa Poltek Nuklir dalam kompetisi apapun baik bidang akademik maupun non akademik.

Prestasi ini juga menjadi bagian dari upaya Poltek Nuklir dalam mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan kreativitas, inovasi, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menjawab berbagai tantangan nasional.

Melalui capaian tersebut, mahasiswa Poltek Nuklir terus menunjukkan semangat untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi nuklir untuk mendukung kemajuan Indonesia. (dk,kf)