Yogyakarta – Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Wage dan talkshow bersama produser serta pemeran utama film pada Selasa (13/10/2026), di Ruang Auditorium 1.2, Lantai 1, Office Tower KSTE Achmad Baiquni, Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ini menjadi sarana edukasi untuk memperluas wawasan kebangsaan sekaligus menumbuhkan semangat perjuangan di kalangan sivitas akademika menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Mengusung tema “Ruang Belajar untuk Memperluas Wawasan Kebangsaan dan Menumbuhkan Semangat Perjuangan”, kegiatan ini mengajak peserta mengenal kembali nilai-nilai perjuangan tokoh bangsa melalui media film. Kisah Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Dalam sambutannya, Direktur Poltek Nuklir, Dr. Eng. Zainal Arief, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan semangat, motivasi, dan daya juang sivitas akademika, baik selama menempuh pendidikan maupun setelah menyelesaikan studi. Ia mengajak peserta menjadikan perjuangan para pahlawan nasional sebagai teladan serta terus menggali dan mengembangkan potensi diri untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Sementara itu, R. Ivan Nugroho selaku perwakilan produser, dalam sambutannya menjelaskan bahwa film Wage dikemas sebagai film fiksi berbasis sejarah agar kisah tokohnya dapat disampaikan secara menarik dan dinikmati oleh berbagai kalangan. “Penonton diharapkan tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga mengenal sejarah dan memahami nilai perjuangan Wage Rudolf Supratman dalam berkarya bagi bangsa” terang Ivan.

Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang dipandu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltek Nuklir. Talkshow tersebut menghadirkan R. Ivan Nugroho dan Rendra Bagus Pamungkas (pemeran utama film Wage). Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih jauh proses kreatif produksi film sekaligus memahami pesan perjuangan yang disampaikan melalui kisah tokoh tersebut.

Dalam diskusi, Ivan menjelaskan bahwa sosok Wage Rudolf Supratman dipilih karena kecintaan dan perjuangannya untuk tanah air melalui bidang yang dikuasainya, yakni jurnalistik dan seni. Kisah tersebut menunjukkan bahwa perjuangan bagi bangsa tidak selalu harus dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pemikiran, kreativitas, dan karya yang memberikan makna bagi masyarakat.

Rendra Bagus Pamungkas turut membagikan pengalamannya dalam memerankan sosok Wage Rudolf Supratman. Untuk mendalami karakter tersebut, ia melakukan observasi ke Desa Somongari, Purworejo, serta mempelajari permainan biola dalam waktu sekitar satu minggu. “Pengalaman ini memperlihatkan proses dan upaya yang diperlukan untuk menghadirkan karakter tokoh sejarah ke dalam sebuah karya film”, ujar Rendra.

Sebagai penutup, Rendra menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak turut menyebarkan pandangan negatif tentang Indonesia. “Kalian perlu memilih menjadi bagian dari perubahan positif dengan melakukan hal-hal baik, sekecil apa pun, sesuai dengan kemampuan masing-masing” ajak Rendra kepada mahasiswa Poltek Nuklir.

Melalui kegiatan nobar dan talkshow film Wage, Poltek Nuklir berharap sivitas akademika semakin tertarik mempelajari sejarah bangsa dan meneladani semangat perjuangan para tokoh nasional. Nilai-nilai nasionalisme, kreativitas, dan pengabdian diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi diri serta mengambil peran dalam pembangunan Indonesia. (sa, sv, dk. Foto : rwb)