(Yogyakarta). Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 24–25 September 2026 lalu. 

Kegiatan meliputi sampling dan pengukuran radioaktivitas lingkungan di kawasan Bledug Kesongo, Kabupaten Blora, serta sosialisasi hasil pengukuran radioaktivitas lingkungan Bledug Kuwu, Kabupaten Grobogan, sekaligus penyampaian gagasan inovasi produk berbasis potensi lumpur dan garam setempat. Hal tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir untuk mendukung pemahaman masyarakat terhadap karakteristik lingkungan, sekaligus mendorong pengembangan potensi sumber daya lokal secara inovatif, aman, dan berkelanjutan.

Sampling dan Pengukuran Radioaktivitas Lingkungan Bledug Kesongo

 Kegiatan di Bledug Kesongo, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, dilaksanakan pada Kamis (24/9). Tim melakukan pemantauan radioaktivitas lingkungan serta pengambilan sampel untuk analisis karakteristik geokimia dan radioaktivitas di kawasan tersebut.

Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh kepala dusun, perwakilan pemerintah desa, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta perwakilan pihak kecamatan. Pendampingan ini mendukung koordinasi antara tim pelaksana dan pemerintah setempat sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

Lutfi Aditya Hasnowo, M.Sc., Ph.D, Ketua tim pengabdian kepada masyarakat Poltek Nuklir menyampaikan bahwa pemantauan dan pengambilan sampel merupakan langkah penting untuk memperoleh data ilmiah mengenai karakteristik lingkungan Bledug Kesongo.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memperoleh data mengenai karakteristik geokimia dan radioaktivitas lingkungan Bledug Kesongo. Data hasil pengukuran dan analisis sampel diharapkan dapat menjadi dasar untuk memahami kondisi kawasan secara lebih komprehensif serta mendukung kajian pemanfaatan potensi lokal secara bertanggung jawab,” ujar Lutfi.

Menurutnya, sampel yang diperoleh akan mendukung analisis lebih lanjut untuk memperkaya informasi ilmiah mengenai karakteristik kawasan tersebut. 

“Hasilnya juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan penelitian, pembelajaran, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang radiokimia dan teknologi nuklir,” imbuhnya.

 Penyampaian Hasil Pengukuran Bledug Kuwu Disampaikan kepada Pemerintah dan Masyarakat

Poltek Nuklir melaksanakan sosialisasi hasil pemantauan dan pengukuran radioaktivitas lingkungan di Bledug Kuwu, Purwodadi, Kabupaten Grobogan pada Jum’at (25/9). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pengukuran dan pengambilan sampel yang telah dilaksanakan pada 28-29 November 2025.

Pemantauan yang dilakukan kali ini mencakup pengukuran paparan radiasi lingkungan secara langsung serta pengambilan sampel air dan tanah untuk analisis lebih lanjut. Hasil pengukuran tersebut kemudian disampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi sebagai bentuk penyampaian informasi ilmiah kepada para pemangku kepentingan.

“Secara umum, hasil pengukuran menunjukkan tidak ditemukan anomali tingkat radioaktivitas di kawasan Bledug Kuwu berdasarkan pengukuran paparan radiasi lingkungan secara langsung serta hasil sampling air dan tanah yang telah dilakukan. Hasil ini menjadi informasi awal untuk memahami karakteristik radioaktivitas lingkungan di kawasan tersebut,” ujar Lutfi lebih lanjut.

Lutfi berharap, penyampaian hasil pengukuran diharapkan dapat memperluas pemahaman pemerintah daerah dan masyarakat mengenai kondisi radioaktivitas lingkungan Bledug Kuwu. 

“Interpretasi hasil tetap mengacu pada data pengukuran dan analisis yang tersedia serta tidak serta-merta menggantikan pengujian lanjutan apabila diperlukan untuk tujuan pemanfaatan tertentu,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Dr. Anang Armunanto. Selain itu juga hadir Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, and Pariwisata (Dr. Wahono), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Afi Wildani, M.Eng), pegawai pemerintah di lingkungan Kabupaten Grobogan, kelompok petani garam, serta unsur masyarakat lainnya.

 Usulan Inovasi Sabun, Lulur, dan Garam Mandi

Selain menyampaikan hasil pengukuran radioaktivitas lingkungan, tim Poltek Nuklir juga memperkenalkan gagasan inovasi produk yang dapat dikembangkan dari potensi lumpur dan garam Bledug Kuwu. Produk yang diusulkan meliputi  sabun, lulur, dan garam mandi.

Gagasan tersebut bertujuan membuka peluang peningkatan nilai tambah sumber daya lokal melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Potensi bahan baku yang tersedia di kawasan Bledug Kuwu dapat dikaji lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia, dan kesesuaiannya sebagai bahan produk.

“Tentu pengembangan produk tersebut masih memerlukan kajian lanjutan, antara lain karakterisasi bahan, evaluasi keamanan, pengujian mutu, formulasi produk, serta pemenuhan persyaratan peraturan yang relevan sebelum dapat diproduksi dan dipasarkan. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan diharapkan tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan keselamatan konsumen dan keberlanjutan pemanfaatan sumber daya lokal,” ujar Dr. Fifi Nurfiana, dosen Poltek Nuklir yang juga merupakan koordinator lapangan kegiatan pengabdian masyarakat kali ini.

Fifi Nurfiana menyampaikan bahwa hasil pengukuran lingkungan dan gagasan inovasi produk merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam upaya mendukung pengembangan potensi daerah.

“Informasi ilmiah mengenai karakteristik lingkungan perlu menjadi salah satu dasar dalam merencanakan pemanfaatan sumber daya lokal. Kami melihat adanya peluang untuk mengkaji lumpur dan garam Bledug Kuwu sebagai bahan inovasi produk, seperti sabun, lulur, dan garam mandi. Namun, setiap produk harus melalui kajian karakteristik bahan, pengujian keamanan, dan pemenuhan persyaratan yang berlaku sebelum dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas,” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Dr. Anang Armunanto menyampaikan, “Kami menyambut baik kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menghubungkan hasil kajian ilmiah dengan peluang pengembangan potensi lokal. Informasi hasil pengukuran lingkungan dan gagasan inovasi produk dapat menjadi bahan diskusi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk merencanakan pengembangan Bledug Kuwu secara inovatif, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, mutu, dan keberlanjutan,” terangnya.

Diskusi antara tim Poltek Nuklir, pemerintah daerah, kelompok petani garam, dan masyarakat berlangsung untuk membahas peluang pengembangan potensi Bledug Kuwu. Pertemuan ini juga membuka ruang pertukaran pandangan mengenai kebutuhan kajian lanjutan dan kemungkinan kerja sama dalam pengembangan produk berbasis sumber daya lokal.

 Memperkuat Kolaborasi dan Pemanfaatan Potensi Lokal

Rangkaian kegiatan di Blora dan Grobogan memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Poltek Nuklir BRIN, pemerintah kabupaten, pemerintah desa dan kecamatan, aparat setempat, serta masyarakat. Koordinasi tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berikutnya.

Melalui kegiatan di Bledug Kesongo, tim berupaya memperoleh data ilmiah mengenai karakteristik lingkungan. Sementara itu, kegiatan di Bledug Kuwu menjadi sarana penyampaian hasil pengukuran kepada masyarakat sekaligus penjajakan gagasan inovasi yang berpotensi meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Poltek Nuklir yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan laboratorium, dan mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian dari pembelajaran lapangan, khususnya dalam memahami penerapan radiokimia dan teknologi nuklir untuk kajian lingkungan serta interaksi dengan masyarakat.

Adapun anggota tim pengabdian kepada masyarakat Poltek Nuklir adalah:
Dosen:

1. Lutfi Aditya Hasnowo, M.Sc., Ph.D.

2. Dr. Fifi Nurfiana, M.Si.

3. Dr. Ariyani Kusuma Dewi, M.Eng.

4. Dr. Dhita Ariyanti, M.Si.

5. Halim Hamadi, M.Sc.

Tenaga kependidikan laboratorium:

1. Risky Nurseila Karthika, S.ST., M.Sc.

2. Joko Prasetyo, S.Tr.T.

3. Waringin Margi Yusmaman, S.ST., M.Si.

Kegiatan ini turut melibatkan 10 orang mahasiswa program studi Teknokimia Nuklir Poltek Nuklir yang berpartisipasi dalam rangkaian pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Poltek Nuklir BRIN terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir untuk mendukung pemahaman kondisi lingkungan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penjajakan inovasi berbasis potensi lokal. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat berlanjut sehingga hasil kajian ilmiah dapat memberikan manfaat nyata dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keberlanjutan. (fn)