Yogyakarta – Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN menerima kunjungan edukatif dari MAIT Insan Kamil Sidoarjo di Ruang Audi Nirmala pada Selasa, (29/4). Rombongan yang berjumlah 45 orang ini terdiri atas siswa, siswi, dan guru pendamping.
Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Direktur Bidang Nonakademik Poltek Nuklir, Sukarman. Dalam sambutannya, Sukarman menyampaikan apresiasi atas antusiasme rombongan dalam mengenal dunia ketenaganukliran.
“Kunjungan seperti ini memberikan kesempatan untuk mengenalkan Poltek Nuklir secara langsung kepada masyarakat,” ujar Sukarman.
Pada kesempatan tersebut, Sukarman juga memaparkan profil Poltek Nuklir, termasuk program studi yang tersedia. Saat ini Poltek Nuklir memiliki tiga program studi, yakni Elektronika Instrumentasi, Elektro Mekanika, dan Teknokimia Nuklir.
“Setiap program studi membuka 60 kursi mahasiswa baru. Jadi total ada 180 kursi yang diperebutkan calon mahasiswa pada periode Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB),” jelasnya.
Sukarman menambahkan bahwa saat ini Poltek Nuklir telah membuka PMB jalur prestasi dengan kuota 50 persen dari total penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, Poltek Nuklir juga membuka jalur Ujian Tulis Gelombang 1 hingga 1 Mei 2026, dengan pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada 12 Mei 2026.
Poltek Nuklir menetapkan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 4.200.000,- per semester. Namun demikian, tersedia pula program beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan tertentu. “Poltek Nuklir memiliki program beasiswa bernama Barista,” terang Sukarman.
Bantuan Riset Bagi Talenta Riset dan Inovasi (Barista) merupakan program yang memberikan bantuan UKT serta dukungan riset bagi mahasiswa aktif tingkat akhir jenjang Diploma 4 maupun Strata (S1, S2, dan S3). Program ini bertujuan mendukung penyelesaian tugas akhir berbasis kerja sama riset di unit kerja lingkungan BRIN.
Setelah sesi paparan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah fasilitas utama yakni Reaktor Nuklir Kartini dan Laboratorium Pendidikan.
Di Reaktor Nuklir Kartini, rombongan disambut oleh Prasetyo Haryo Sadewo, Peneliti Ahli Pertama Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran BRIN. Ia menjelaskan bahwa Reaktor Kartini memiliki berbagai manfaat, baik untuk penelitian maupun pembelajaran.
“Reaktor Kartini memiliki banyak kegunaan untuk penelitian. Selain itu, reaktor ini juga digunakan untuk pembelajaran jarak jauh melalui IRL,” ujar Sadewo.
IRL atau Internet Reactor Laboratory merupakan sarana pembelajaran fisika nuklir dengan memanfaatkan Reaktor Kartini sebagai media pendidikan dan pelatihan secara daring.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Laboratorium Pendidikan. Rombongan diterima oleh Yusmaman Waringin beserta tim yang mengajak peserta berkeliling sekaligus memberikan penjelasan singkat mengenai kegiatan praktikum di masing-masing laboratorium.
Laboratorium yang dikunjungi meliputi Laboratorium Kimia Dasar, Laboratorium Akuisisi, Laboratorium Fisika Dasar, serta Laboratorium Radiasi Kimia.
Melalui kegiatan ini, Poltek Nuklir berharap dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas, sekaligus mendorong tumbuhnya minat generasi muda untuk menekuni bidang sains dan teknologi nuklir. Dengan demikian, Poltek Nuklir dapat terus melahirkan talenta-talenta unggul yang siap berkontribusi dalam pengembangan riset dan inovasi nasional. (dk)