Yogyakarta – Humas BRIN. Mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN berhasil meraih Juara 2 Cipta Inovasi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Kategori Tingkat Kemampuan Fungsional, pada Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) VIII 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang bekerja sama dengan Badan Koordinasi Mahasiswa (Bakorma) Politeknik se-Indonesia pada 9–11 September 2026.

Dalam mengikuti kompetisi tersebut, Poltek Nuklir diwakili oleh Tim PolNuk yang terdiri atas Husein Kurnia Riyadinata dan Fara Ulvia dari Program Studi Elektronika Instrumentasi, serta Haqgrid Nandinata dari Program Studi Elektro Mekanika. Tim ini berada di bawah bimbingan Halim Hamadi, S.Si., M.Sc.

Tim PolNuk mengusung karya berjudul “Inovasi Interaktif Simulator Reaktor Kartini (SIRAKA) untuk Mendukung Transformasi Pembelajaran Teknologi Nuklir”. Karya ini dikembangkan sebagai media pembelajaran berbasis web yang memungkinkan pengguna mempelajari operasi reaktor melalui simulasi secara interaktif dan mandiri.

SIRAKA dikembangkan sebagai salah satu solusi untuk menjawab tantangan pembelajaran reaktor nuklir yang tidak dapat diakses secara langsung oleh semua orang. Berdasarkan materi karya, media pembelajaran yang selama ini tersedia antara lain materi konvensional, Internet Reactor Laboratory, dan simulator teknis. SIRAKA dirancang dengan menggabungkan aspek visualisasi, simulasi operasi, serta akses pembelajaran mandiri. 

Salah satu keunggulan SIRAKA adalah pendekatannya yang berbasis web, interaktif, visual, dan aman. Pengguna dapat mengakses simulator melalui peramban, melakukan simulasi pengoperasian batang kendali, serta melihat visualisasi reaktor dalam bentuk 2D, 3D, grafik, dan tampilan lainnya. Simulasi tersebut juga memungkinkan proses pembelajaran dilakukan tanpa akses langsung ke fasilitas reaktor. 

Pengembangan SIRAKA juga didukung dengan serangkaian pengujian. Hasil pengujian *black box* menunjukkan bahwa 25 fitur yang diuji, meliputi *website and navigation*, simulasi dan operasi reaktor, visualisasi inti reaktor 3D, serta visualisasi *cross-section*, seluruhnya dinyatakan **100 persen lulus**. 

Dari sisi pembelajaran, pengujian terhadap 59 responden menunjukkan skor *System Usability Scale* (SUS) sebesar **69,15 dari 100** dengan kategori penilaian “OK”. Sementara itu, hasil *pre-test* dan *post-test* menunjukkan peningkatan pemahaman pada materi fungsi batang kendali, dari 84,7 persen menjadi 100 persen, serta sistem *SCRAM*, dari 86,4 persen menjadi 98,3 persen. 

Husein Kurnia Riyadinata menyampaikan bahwa persiapan pengembangan SIRAKA telah dilakukan beberapa bulan sebelum pelaksanaan KMIPN 2026. "Dalam penyusunannya, kami dibantu oleh banyak teman yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu hingga akhirnya dapat kami sempurnakan menjadi Web SIRAKA,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Tim PolNuk dapat meraih Juara 2 dalam kategori Tingkat Kemampuan Fungsional.

“Terima kasih kami ucapkan atas semua bantuan dari rekan-rekan dan civitas Poltek Nuklir hingga kami dapat meraih Juara 2 di KMIPN 2026,” lanjutnya.

Keberhasilan Tim PolNuk menunjukkan bahwa penguasaan teknologi informasi dapat diintegrasikan dengan bidang teknologi nuklir untuk menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan. SIRAKA tidak hanya menjadi media visualisasi, tetapi juga membantu menghubungkan pemahaman teori dengan simulasi reaktor. 

Ke depan, pengembangan SIRAKA diarahkan pada penambahan materi, validasi data reaktor, penambahan jenis reaktor, serta pengembangan fitur temperature feedback. 

Prestasi Tim PolNuk dalam kompetisi tersebut sekaligus memperkuat komitmen Poltek Nuklir dalam mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang mendukung pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi nuklir. (dk/sor)