Yogyakarta – Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN menerima kunjungan akademik dari Fisipol Research Club Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Kawasan Sains Teknologi dan Edukasi (KSTE) Achmad Baiquni, Yogyakarta, Selasa (30/6). Kunjungan yang diikuti oleh 19 mahasiswa tersebut menjadi wadah untuk memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi nuklir sekaligus memperkuat sinergi antara ilmu sosial dan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Mewakili Poltek Nuklir, Kapat Yuriawan menyampaikan apresiasi kepada Fisipol Research Club UMY yang menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan kajian mengenai isu-isu kenukliran. Menurutnya, keterlibatan akademisi dari bidang ilmu sosial memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi nuklir secara tepat dan berimbang.
"Kami mengapresiasi semangat teman-teman Fisipol Research Club yang ingin mengembangkan penelitian terkait kenukliran. Sinergi antara ilmu sosial dan teknologi sangat penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai manfaat nuklir bagi berbagai sektor kehidupan," ujar Yuri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai profil BRIN, Poltek Nuklir, serta berbagai pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan, pertanian, industri, lingkungan, dan energi. Mahasiswa juga diajak memahami pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan melalui riset dan inovasi.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke fasilitas Reaktor Kartini, salah satu reaktor riset yang dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi, salah satunya mengenai sejarah pemberian nama Reaktor Kartini.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Humas Poltek Nuklir, Dhatu Kamajati, menjelaskan bahwa terdapat dua versi mengenai asal-usul nama Reaktor Kartini. Versi pertama menyebutkan bahwa nama tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas peringatan 100 tahun kelahiran R.A. Kartini. Sementara itu, versi kedua menyatakan bahwa "Kartini" merupakan akronim dari Karya Teknisi Indonesia.
"Reaktor Kartini ini walaupun beberapa bagian memang diambil dari reaktor yang ada di Bandung, akan tetapi modul-modul kelistrikannya adalah karya dan usaha dari senior-senior BATAN," jelas Dhatu.
Setelah mengunjungi fasilitas reaktor, rombongan melanjutkan kegiatan ke laboratorium pendidikan Poltek Nuklir. Pada sesi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai laboratorium pembelajaran beserta peralatan yang digunakan untuk mendukung proses pendidikan vokasi di bidang teknologi nuklir. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai fungsi laboratorium serta penerapan teknologi nuklir dalam berbagai sektor strategis.
Kegiatan kunjungan akademik ini diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai sekaligus memperkuat pemahaman bahwa keberhasilan pengembangan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan riset dan inovasi, tetapi juga oleh komunikasi publik, tata kelola, serta penerimaan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin, Poltek Nuklir BRIN berkomitmen untuk terus membangun ekosistem pendidikan dan penelitian yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional melalui pemanfaatan teknologi nuklir secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan (dk,kf)