Yogyakarta – Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (PTNI) kembali menegaskan kiprahnya di tingkat internasional. Salah satu dosen, Dhita Ariyanti, berhasil menembus panggung global dengan lolos sebagai peserta InteRussia Fellowship Programme in Nuclear Technologies 2025, sebuah program fellowship internasional bergengsi di bidang teknologi nuklir.
Program ini diselenggarakan oleh Autonomous Non-Profit Organization “Information and Analytical Center ‘Mezhdunarodniki’” bekerja sama dengan The Gorchakov Fund dan Rosatom Technical Academy. Kegiatan yang berlangsung dari 17 November hingga 14 Desember 2025 ini diselenggarakan di tiga kota utama Federasi Rusia yakni Moscow, St. Petersburg, dan Obninsk.
InteRussia Fellowship Programme merupakan program profesional internasional yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir Rusia di berbagai sektor strategis, meliputi energi, kedokteran nuklir, dan pertanian. Program ini memadukan pembelajaran akademik, diskusi bersama para pakar, sesi praktis, serta kunjungan teknis ke fasilitas utama industri nuklir Rusia.
Melalui program ini, peserta memperoleh kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam workshop, expert sessions, dan technical visits, sekaligus memperluas dialog akademik serta memperkuat jejaring profesional internasional di bidang teknologi nuklir. Menanggapi capaian tersebut, Dhita menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam InteRussia Fellowship Programme menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi melalui kolaborasi global.
“InteRussia Fellowship Programme menjadi ruang kolaborasi global yang strategis untuk memperkuat kompetensi di bidang teknologi nuklir. Melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman teknis, dan jejaring internasional yang terbangun, saya berharap capaian program ini dapat berkontribusi langsung pada penguatan kualitas pendidikan vokasi dan pengembangan kompetensi nuklir di Poltek Nuklir BRIN,” ujar Dhita.
Selama mengikuti fellowship, peserta akan mendapatkan pembekalan komprehensif terkait perencanaan energi nuklir rendah karbon, teknologi Small Modular Reactors (SMR) dan VVER-1200, sistem keselamatan serta operasi pembangkit listrik tenaga nuklir, hingga aplikasi teknologi nuklir di bidang medis dan pertanian. Program ini juga mencakup kunjungan teknis ke fasilitas strategis, seperti Leningrad NPP-2, Elemash Rosatom, dan World’s First Nuclear Power Plant di Obninsk.
Keikutsertaan dosen Poltek Nuklir BRIN dalam program internasional ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengayaan materi pembelajaran berbasis praktik global, serta perluasan jejaring kerja sama internasional institusi.
Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen Poltek Nuklir BRIN dalam mendorong sivitas akademika untuk aktif berpartisipasi dalam forum global, sejalan dengan visi pengembangan pendidikan vokasi nuklir yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional. (kf)