Yogyakarta - Humas BRIN. Dalam rangka membuka wawasan dunia penelitian profesional, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Penelitian Mahasiswa (UKM KPM) melaksanakan kunjungan ke Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) di Kawasan Sains, Teknologi dan Edukasi (KSTE) Achmad Baiquni BRIN pada Rabu (14/1) lalu.
Fifi Nurfiana, selaku Pembina UKM Penelitian dan dosen Poltek Nuklir dalam paparannya menyampaikan bahwa minat untuk melakukan sebuah riset/penelitian diawali dari passion. “Orang yang melakukan penelitian tanpa passion, ibarat mahasiswa mengerjakan skripsi sepanjang hayat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Fifi menyampaikan, ide penelitian bisa dimulai melalui benda-benda yang ada disekitar kita. “Penelitian merupakan sebuah eksperimen dari sesuatu yang baru atau pernah dilakukan dengan pembaruan lainnya,” jelasnya.
Selain itu, menurutnya alur penelitian itu ibarat orang memasak yang membutuhkan penyiapan, proses, hingga penyajian dari hasil proses. Dibutuhkan knowledge, skills, literatur, alat, biaya, proposal dan lainnya. “Percobaan penelitian tidak selalu berhasil. Hal tersebut tentunya bisa menjadi ide untuk mengembangkan menjadi sebuah penelitian. Ibarat masakan pertama, belum tentu berhasil. Kita butuh preprint (penelitian pendahuluan), research serta postprint (hasil/report),” terangnya.
.jpeg)
Diakhir materinya, ia menyampaikan bahwa dalam sebuah penelitian diperlukan adanya Feasible (yang mungkin dilakukan dengan sumber daya yang ada), Interesting (sesuatu yang menarik), Novel (pembaruan dari penelitian sebelumnya), Ethical (menggunakan etika), Relevant (sesuai dengan kondisi), Manageable (dapat dikelola/diatur), Appropriate (pendekatan yang sesuai), Publishable (memiliki acuan) dan Systematic (terstruktur).
Dalam kesempatan yang sama, Adam Putra yang merupakan mahasiswa Poltek Nuklir serta anggota UKM Penelitian Poltek Nuklir mengungkapkan pengalaman mengikuti kompetisi dengan melakukan penelitian mengangkat makanan lokal yang berasal dari Semarang dengan tema ketahanan penyimpanan wingko babat.
“Pada kompetisi karya tulis ilmiah Diponegoro Science Competition 2025, saya bersama Sulthon Ikhwan dan Ardelian Izma berhasil meraih medali emas dengan mengambil judul penelitian Efektivitas Iradiasi Gamma terhadap Stabilitas Mikrobiologis Wingko Babat Khas Semarang dalam Penyimpanan Suhu Ruang,” ungkapnya.
Selain itu, Adam juga menyampaikan kiat untuk menekuni penelitiannya. “Beberapa kiat jika kita mengikuti kompetisi adalah semaksimal mungkin kita sajikan penelitian dengan lengkap, jadikan anggota tim lain sebagai partner untuk diskusi saling melengkapi, komunikasi intensif dengan dosen pembimbing, audiovisual yang menarik, dan strategi pemasarannya,” jelasnya.
Sukarman, Wakil Nonakademik Poltek Nuklir dalam sambutannya mengapresiasi kepercayaan dari mahasiswa UKM KPM UMY untuk melaksanakan Visinsight (Visitation and Insight) ke Poltek Nuklir. “Kami berharap, kunjungan ini dapat menambah wawasan mahasiswa UMY khususnya pada lingkup penelitian,” ungkapnya.
Kegiatan Visinsight dirancang sebagai wadah untuk memberikan paparan langsung kepada mahasiswa mengenai dunia penelitian profesional melalui kunjungan ke lembaga riset. Kegiatan ini menjadi solusi yang tepat untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik riset sehingga mahasiswa memperoleh pemahaman menyeluruh tentang proses penelitian.
Ketua UKM KPM UMY, Diajeng Kencono Ratri berharap kunjungan ini mampu menginspirasi dan mendorong ketertarikan mahasiswa untuk melakukan penelitian. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang penelitian bersama dan kerja sama lebih lanjut antara UKM KPM UMY, UKM Poltek Nuklir, dan BRIN dalam pengembangan penelitian di masa mendatang. (as, tek/ed:mn)