Yogyakarta – Humas BRIN. Mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN berhasil meraih penghargaan Best Speaker pada perhelatan 13th Airlangga Ideas Competition 2025 yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran Universitas Airlangga pada Minggu (9/11) lalu.
Tim ‘BioKenFeet’ Poltek Nuklir yang terdiri dari Orchidtia Luna Najwa, Ichika Aura Nirwanda, dan Febrina Laila Khairunnisa memenangkan kategori presentasi karya ilmiah melalui inovasi biomaterial berjudul ‘Formulasi dan Karakterisasi Patch Hidrogel Gelatin-Lidah Buaya yang Dimodifikasi dan Disterilisasi Iradiasi Gamma (Co-60) sebagai Balutan Luka Bakar.’
Dibawah bimbingan dosen Poltek Nuklir, Fifi Nurfiana, penelitian tersebut berfokus pada pembuatan patch hidrogel sebagai balutan luka bakar modern (topical wound dressing). Produk yang dihasilkan memiliki tekstur elastis, struktur pori merata, dan kemampuan menjaga kelembaban luka dengan baik. Oleh karenanya, selain memberikan manfaat di bidang kesehatan, penelitian tersebut juga diharapkan memiliki dampak pada aspek keberlanjutan lingkungan.
“Ide penelitian kami berawal dari hal sederhana, yaitu saat pembimbing menyantap semangkuk seblak ceker ayam. Dari situlah muncul gagasan untuk meneliti kandungan kolagen pada ceker ayam dan memanfaatkannya sebagai bahan dasar pembuatan film gelatin yang dapat dikembangkan serta disterilisasi menggunakan iradiasi gamma. Gayung bersambut, kami pun dengan antusias melanjutkan penelitian berdasarkan ide tersebut,” ungkap Ichika.
Ceker ayam yang selama ini dianggap limbah hewani bernilai rendah ternyata mengandung komponen bioaktif bernilai tinggi, sehingga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menghadirkan inovasi dalam pemanfaatan bahan alami, tetapi juga turut berkontribusi pada pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan dan berdaya guna.
Selain itu, kolagen diketahui memiliki peran penting dalam regenerasi jaringan kulit dan proses penyembuhan luka bakar. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan dengan memadukan kolagen dari ceker ayam dan ekstrak lidah buaya (Aloe vera), yang memiliki sifat antiinflamasi, melembapkan, serta membantu memperbaiki tekstur kulit.
“Melalui proses sterilisasi menggunakan iradiasi gamma Cobalt-60, produk ini terbukti bebas dari kontaminasi tanpa menurunkan kualitas bahan, sehingga berpotensi dikembangkan dalam aplikasi biomedis yang aman dan efisien,” tambah Febrina.
Ketua tim, Orchidtia, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian yang diraihnya bersama rekan-rekan. “Menjadi bagian dari tim yang menorehkan prestasi di 13 th Airlangga Ideas Competition 2025 merupakan pengalaman yang sangat saya syukuri. Terlebih, ini pengalaman pertama yang sangat berarti karena kami bisa mengikuti lomba karya tulis ilmiah hingga babak final dan meraih penghargaan sebagai Best Speaker,” tuturnya.
Ia menambahkan, pencapaian ini merupakan bukti nyata semangat dan ketekunan tim BioKenFeet. “Menurut saya, pencapaian ini bukan hanya tentang hasil, tetapi juga proses belajar, bertumbuh, dan menyumbangkan ide yang diyakini bermanfaat. Melalui inovasi ini, saya ingin menunjukkan bahwa teknologi nuklir bisa membawa dampak positif nyata bagi kesehatan dan kehidupan manusia,” sambung Orchidtia.
Sementara itu Ichika juga mengungkapkan, proses kompetisi tersebut memberikan banyak pelajaran berharga bagi tim. “Kesan saya selama mengikuti kompetisi ini cukup menegangkan, terutama ketika pengumuman tim yang lolos ke delapan besar sempat mengalami beberapa kali revisi. Alhamdulillah, tim kami masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke babak final,” ujarnya antusias.
Menurutnya, momen interaksi dengan dewan juri menjadi pengalaman yang tak terlupakan. “Momen ketika dewan juri memberikan pertanyaan kritis tentang bidang nuklir dalam penelitian kami justru menjadi pengalaman berkesan dan memotivasi kami untuk memperdalam topik yang kami angkat,” tambahnya.
Anggota tim lainnya, Febrina menyampaikan bahwa penghargaan yang diperoleh menjadi simbol kerja keras dan kolaborasi. “Meraih penghargaan Best Speaker merupakan pengalaman yang sangat berharga dan penuh rasa syukur. Kami belajar banyak tentang arti perjuangan, kerja sama, dan keyakinan dalam menyampaikan gagasan ilmiah yang kami yakini bermanfaat,” ungkapnya.
Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani berinovasi. “Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik akan membuahkan hasil yang indah. Saya berharap langkah kecil ini dapat menjadi awal untuk terus berkontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Kompetisi 13th Airlangga Ideas Competition 2025 tersebut diikuti puluhan peserta dari kampus-kampus di seluruh Indonesia, kemudian terpilih sepuluh finalis. Dari sepuluh finalis tersebut terpilih juara 1,2,3, best speaker, dan best poster.
Capaian tim BioKenFeet ini menunjukkan bahwa mahasiswa vokasi mampu menghasilkan riset terapan yang inovatif dan berdampak sosial. Melalui dukungan pembimbing dan fasilitas penelitian di Poltek Nuklir BRIN, mahasiswa diharapkan terus mengembangkan ide-ide riset aplikatif yang bermanfaat bagi masyarakat serta memperkuat kontribusi teknologi nuklir dalam bidang kesehatan dan lingkungan. (tek, ipr,rnf/ed:mn)