Yogyakarta – Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) terus berupaya memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi teknologi nuklir yang berdaya saing global. Menjadi bagian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Poltek Nuklir menjalankan pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan riset, industri, dan pengembangan teknologi nuklir strategis.
“Arah pengembangan Poltek Nuklir sejalan dengan roadmap Kawasan Sains, Teknologi dan Edukasi (KSTE), yang menekankan penguatan kemampuan penelitian, pola pembelajaran aplikatif, serta kolaborasi lintas sektor,” ungkap Zainal Arief, Direktur Poltek Nuklir saat menerima kunjungan dari pimpinan dan dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Jum’at (30/1) lalu.
Selain itu, Poltek Nuklir juga menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, industri, Pusat Riset di BRIN, juga perguruan tinggi melalui berbagai program. “Kerja sama tersebut antara lain, pelaksanaan magang industri, pembelajaran berbasis industri, sertifikasi dan penguatan kompetensi, kolaborasi kurikulum, penelitian bersama, kuliah tamu industri, tracer study, hingga program rekruitmen lulusan,” jelas Zainal lebih lanjut.
Oleh karenanya, diharapkan dengan dilaksanakannya kerja sama berbagai pihak, akan menghasilkan peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan produk riset dan inovasi serta meningkatnya kualitas pendidik dan tenaga kependidikan.
Zainal juga menjelaskan, guna mendukung pembelajaran vokasi, Poltek Nuklir didukung berbagai fasilitas laboratorium pendidikan, antara lain Laboratorium Kimia Dasar, Fisika Dasar, Instrumentasi Nuklir, Proteksi Radiasi, Non Destructive Test, Kimia Radiasi dan Iradiator, Radio Lingkungan dan lainnya. “Fasilitas ini menjadi fondasi utama pembelajaran mahasiswa Poltek Nuklir yang berbasis praktik dan riset terapan,” ungkapnya.
Dalam pengembangan bidang riset, Poltek Nuklir juga mengembangkan penelitian teknologi nuklir untuk pangan, energi, serta air dan lingkungan. Pemanfaatan iradiasi gamma tersebut antara lain dimanfaatkan dalam riset pemuliaan tanaman, pengawetan pangan tanpa mengubah nilai gizi, pengolahan limbah batik dengan iradiasi, dekontaminasi lingkungan, hingga praperlakuan biomassa lignoselulosa untuk produksi bioetanol. “Riset-riset tersebut menunjukkan kontribusi nyata teknologi nuklir bagi pembangunan berkelanjutan,” jelas Zainal lebih lanjut.
Kinerja riset Poltek Nuklir juga tercermin dari luaran publikasi ilmiah yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir, dengan capaian publikasi yang tersebar di berbagai bidang keilmuan. Selain itu, mahasiswa Poltek Nuklir juga berhasil menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional, yang menunjukkan kualitas proses pendidikan dan pembinaan akademik yang terus berkembang.
Arif Irwansyah, Direktur PENS dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Poltek Nuklir. “Kami berharap, akan ada kolaborasi-kolaborasi berikutnya antara PENS dan Poltek Nuklir. Tidak hanya sebatas PKS maupun MoU, semoga kedepan akan muncul kerja sama lain yang lebih produktif dan positif bagi kedua belah pihak,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan dan dosen PENS juga mengunjungi laboratorium di KSTE Achmad Baiquni, yaitu Laboratorium Kimia Radiasi dan juga Reaktor Kartini. (tek/ed:mn)