Yogyakarta - Humas BRIN. Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menorehkan capaian membanggakan dengan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan SAKIP dan ZI Award 2025 yang mengusung tema ‘Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045’ di Jakarta pada Rabu, (11/2). Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan keberhasilan unit kerja BRIN dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM Tahun 2025 dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 90 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas Menuju WBK/WBBM di Instansi Pemerintah, sebagaimana telah diubah melalui Peraturan Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2024. Penilaian dilakukan terhadap enam area perubahan yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Secara nasional, pembangunan dan evaluasi Zona Integritas Tahun 2025 menunjukkan tren positif. Dari 1.476 unit kerja yang diusulkan, sebanyak 578 unit berhasil memperoleh predikat WBK. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya komitmen instansi pemerintah dalam mempercepat reformasi birokrasi dan memperkuat budaya integritas.
Menteri PANRB dalam arahannya menegaskan bahwa birokrasi unggul menjadi pondasi penting dalam menopang kapasitas negara, kualitas layanan, serta kepercayaan publik. Oleh karena itu, pembangunan Zona Integritas diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian predikat, melainkan sebagai proses perubahan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bagi Poltek Nuklir BRIN, capaian predikat WBK Tahun 2025 menjadi momentum strategis untuk terus memperkuat tata kelola pendidikan tinggi vokasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Komitmen ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan akademik dan administrasi, penguatan sistem pengawasan internal, serta pengembangan budaya kerja berbasis kinerja dan integritas.
“Untuk institusi perguruan tinggi, tentunya ZI-WBK ini adalah langkah untuk menjalankan layanan pendidikan tinggi yang berdampak dalam rangka memenuhi aspek akses, relevansi dan mutunya,” kata Zaenal Arief selaku Direktur Poltek Nuklir.
Zaenal juga menyampaikan bahwa dengan diraihnya predikat ZI-WBK, Poltek Nuklir berkewajiban untuk menjaga kinerja baik dan menjadi tantangan untuk bisa terus meningkatkan kinerja. Hal ini membutuhkan kontribusi dari seluruh sivitas akademik Poltek Nuklir untuk bisa mewujudkannya.
Ke depan, Poltek Nuklir BRIN akan terus menjaga konsistensi dan meningkatkan standar pelayanan publik guna mendukung Reformasi Birokrasi Nasional serta berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (dk/kf)