Yogyakarta - Humas BRIN. Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) melaksanakan kunjungan akademik ke Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) serta Fasilitas Laboratorium Reaktor Nuklir Kartini Kawasan Sains, Teknologi dan Edukasi (KSTE) Achmad Baiquni BRIN pada Senin (8/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari kuliah lapangan mata kuliah Fisika Dasar yang bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai konsep fisika nuklir serta pengenalan fasilitas reaktor penelitian milik negara.
Wakil Direktur Bidang Non Akademik Poltek Nuklir, Sukarman menyebut fasilitas reaktor dan laboratorium yang dimiliki BRIN dapat dimanfaatkan secara luas untuk pendidikan. “Kami memiliki banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan, tidak hanya untuk Poltek Nuklir tetapi juga perguruan tinggi lain bahkan sampai luar negeri. Karena ini fasilitas milik negara, sehingga kami sangat terbuka untuk digunakan semaksimal mungkin,” tambahnya.
Dalam paparannya, Sukarman memperkenalkan Poltek Nuklir beserta tiga program studi dan enam konsentrasi peminatan yang mempelajari berbagai aplikasi teknologi nuklir seperti iradiator untuk pengawetan bahan, akselerator untuk produksi radioisotop, Analisis Aktivasi Neutron (AAN), instalasi medis seperti X-ray, CT-Scan, MRI, serta Non-Destructive Test (NDT).
Ia juga menjelaskan fasilitas akademik yang mencakup gedung kuliah, dormitory mahasiswa, laboratorium, akselerator, dan Reaktor Kartini. “Di Poltek Nuklir kita mempelajari irradiator, akselerator, analisis aktivasi neutron, hingga instalasi medis. Banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk pendidikan,” jelasnya.
Sukarman juga menyampaikan materi mengenai pemanfaatan tenaga nuklir yang digunakan dalam berbagai sektor baik energi maupun non-energi. “Nuklir tentunya memiliki potensi manfaat yang sangat luas, mulai dari energi untuk PLTN, pendidikan, industri, kesehatan, pertanian hingga teknologi pangan,” ungkapnya.
Ia memberikan contoh pemanfaatan nuklir pada industri pangan melalui penggunaan iradiasi berbasis Cobalt-60 untuk mengawetkan makanan dan bahan pangan. Selain itu, pemanfaatan nuklir juga digunakan pada pengembangan varietas tanaman, standar lingkungan, pakan ternak, eksplorasi panas bumi, hingga perangkat medis.
Sukarman menjelaskan dasar tentang fisika nuklir mulai dari struktur inti atom, ketidakstabilan inti, proses peluruhan, hingga radiasi alfa, beta, dan gamma. Selain itu, Ia juga memperkenalkan proses fisi dan fusi nuklir, contoh reaksi, serta perkembangan teknologi reaktor generasi keempat yang tengah dipertimbangkan dalam rencana pembangunan PLTN di Indonesia.
Perwakilan dosen UAJY, Boy Rahardjo Sidharta menyampaikan apresiasi atas penerimaan dari Poltek Nuklir dan BRIN. Ia berharap kunjungan ini mampu mendorong ketertarikan mahasiswa terhadap penerapan teknologi nuklir di bidang pangan.
“Kami sangat berharap teman-teman mahasiswa semakin tertarik mengenai penerapan radiasi atau teknologi nuklir khususnya pada bidang pangan. Semoga kunjungan ini dapat berlanjut menjadi kegiatan lain seperti magang, penelitian, atau bentuk kerja sama lainnya antara Prodi Teknologi Pangan UAJY dan BRIN atau Poltek Nuklir,” tambahnya.
Salah satu mahasiswi UAJY, Nova Lice Septaviani Amazihono mengungkapkan pengalaman pertamanya melihat langsung fasilitas reaktor penelitian. “Ternyata nuklir seperti ini secara nyata. Baru pertama kali lihat dan baru tahu kegunaannya. Penjelasannya menarik dan tidak membosankan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan pemahaman barunya tentang nuklir. “Saya baru tahu ternyata nuklir itu bukan cuma bom. Ternyata nuklir itu atom yang bisa digunakan untuk banyak hal lain,” ujarnya.
Nova juga menyampaikan minatnya untuk kembali terlibat dalam kegiatan akademik di Poltek Nuklir. “Tertarik banget, baik untuk magang, tugas akhir, atau penelitian. Semoga fasilitas sebagus ini bisa terus dimanfaatkan oleh mahasiswa dari berbagai kampus,” tutupnya.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa UAJY memperoleh pengalaman langsung mengenai reaktor penelitian dan berbagai aplikasi teknologi nuklir, khususnya di bidang pangan. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lanjutan antara UAJY, Poltek Nuklir, dan BRIN dalam pengembangan pendidikan dan penelitian di masa mendatang. (rnf/as)