Yogyakarta – Humas BRIN. Pemerintah Indonesia terus mematangkan langkah strategis dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung transisi menuju energi bersih. Upaya peningkatan pemahaman masyarakat terkait energi nuklir pun menjadi bagian penting.

Lutfi Aditya Hasnowo, dosen Poltek Nuklir menjelaskan pengetahuan dasar terkait nuklir dan radiasi yang mencakup atom, radiasi, interaksi radiasi dengan materi, hingga manfaat aplikasi iptek nuklir dalam kehidupan.

“Atom merupakan salah satu bagian kecil dari materi, penyusun semua materi padat, cair dan gas. Inti atom merupakan bagian terkecil dari atom tang menjadi pusat massa, yang disebut dengan nuklir. Oleh karenanya, nuklir adalah energi yang terpancar, dihasilkan dari reaksi inti atom,” jelasnya saat menerima kunjungan siswa SMA Patra Dharma Balikpapan, Rabu (21/1) lalu.

Lutfi menjelaskan, salah satu radiasi di bumi berasal dari alam. “Radiasi alam telah ada sejak bumi terbentuk, sehingga setiap hari kita tidak dapat menghindari interaksi dengan radiasi. Kita hidup bersama radiasi. Tidak perlu phobia dengan radiasi dan nuklir. Radiasi ada disekitar kita, dan itu aman,” ungkapnya.

Meskipun demikian, nuklir juga memiliki risiko. Oleh karenanya, perlu diperhatikan proteksi radiasinya yaitu Justifikasi (pelindung), Optimasi (jarak) dan Limitasi (waktu). “Pelindung yaitu gunakan pelindung atau perisai dari bahan yang tepat. Jarak yaitu semakin dekat jarak dengan sumber radiasi, maka resiko semakin besar. Sedangkan waktu yaitu secepat mungkin, seefisien mungkin dalam menyelesaikan pekerjaan,” terangnya.

Mengapa harus PLTN? Menurut Lutfi, pembangkit listrik sebesar 1000MWe pada suatu pembangkit listrik mempunyai efisiensi kapasitas 75%, maka per tahunnya akan diperlukan bahan bakar sebanyak 2.100.000 ton batubara, 10.000.000 barel minyak bakar, 64.000.000.000 kaki rubik gas alam, 25.000 hektar luas tanah untuk PLTS dan 33 ton bundel bahan bakar Uranium.

“Energi nuklir dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik secara efisien, kontinyu dan massif. PLTN merupakan salah satu pembangkit yang sedikit menghasilkan polutan udara,” ungkapnya.

Selain dalam bidang energi, aplikasi iptek nuklir juga bermanfaat antara lain dalam bidang pertanian, peternakan juga kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur nonakademik Poltek Nuklir, Sukarman menyebut  penerimaan kunjungan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan pemahanan masyarakat tentang manfaat aplikasi iptek nuklir dan mengenal Poltek Nuklir,” ungkapnya.

Sukarman menyampaikan, pemerintah daerah Kalimantan Barat pernah menjalin kerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) saat itu dalam rangka memberikan beasiswa kepada siswa-siswa daerahnya untuk melanjutkan pendidikan ke Poltek Nuklir. “Harapan ke depan, pemerintah daerah Kalimantan Timur juga dapat melaksanakan kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) khususnya Poltek Nuklir,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Poltek Nuklir. “Saat ini Poltek Nuklir sedang membuka pendaftaran mahasiswa baru jalur Prestasi gelombang satu. Persyaratan pendaftaran bisa dilihat melalui portal PMB Poltek Nuklir juga media sosial Poltek Nuklir,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, tahun ini Poltek Nuklir masih menyelenggarakan PMB secara mandiri. “Mulai tahun akademik 2027/2028, direncanakan ujian masuk Poltek Nuklir sudah bergabung dengan Dikti,” jelasnya.

Setelah memperoleh penjelasan tentang profil Poltek Nuklir, Penerimaan Mahasiswa Baru, materi nuklir dan radiasi, peserta berkesempatan mengunjungi laboratorium pendidikan di Poltek Nuklir dan Reaktor Kartini. (tek, ky/ed:mn)