Yogyakarta – Humas BRIN. Mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN kembali menunjukkan prestasi membanggakan. Yonathan Wiro Kristo Siahaan dan Hans Artanta Christoper Ketaren berhasil meraih juara tiga Senior Under 54 Putra pada kejuaraan Indonesia Super Fight Taekwondo Championship 2025 yang diselenggarakan 21-23 Desember 2025 lalu.
“Ini menjadi pengalaman berharga buat saya. Kejuaraan ini memberikan sensasi adrenalin yang luar biasa. Saya belajar bahwa kemenangan bukan hanya soal tendangan yang masuk, tetapi soal disiplin latihan berbulan-bulan yang diuji dalam hitungan menit di atas matras,” ungkap Yonathan.
Sama halnya dengan Yonathan, Hans merasa senang telah berhasil meraih juara setelah kurang lebih enam tahun tidak aktif taekwondo akhirnya ia kembali memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri.
“Kejuaraan yang kami ikuti adalah pertandingan kyorugi, yaitu pertandingan tarung Taekwondo antara dua atlet yang dilaksanakan sesuai peraturan resmi KONI dan Taekwondo Indonesia, dengan penilaian berdasarkan poin serangan yang sah dan sportivitas atlet,” ungkapnya.
Hans berharap, mahasiswa Poltek Nuklir dapat secara rutin mengikuti berbagai macam kejuaraan guna meningkatkan kualitas serta semangat berprestasi khususnya di bidang seni olahraga. “Terima kasih atas dukungan dari Poltek Nuklir kepada mahasiswa untuk lebih meningkatkan prestasi non akademik dalam rangka mengembangkan minat dan bakat,” terangnya.
Sementara itu, Ade Saputra selaku pembika Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Beladiri Poltek Nuklir menyampaikan bahwa hal pertama yang patut disyukuri adalah perolehan perunggu yang berhasil digenggam keduanya merupakan bonus dari hasil kerja keras dan latihan yang rutin dilakukan. “Dibawah bimbingan Sabeum (sebutan pelatih untuk cabang olahraga Taekwondo) Anggi Laksmana, atlet Poltek Nuklir dapat menjalani pertandingan dengan baik dan selalu mengikuti arahan,” ungkapnya.
Ade berharap, kejuaraan ini dapat memberikan pelajaran dan batu loncatan untuk prestasi-prestasi yang lebih baik ke depan. “Kali ini kita menerjunkan atlet dari mahasiswa semester awal. Diharapkan ke depan dapat meraih prestasi lebih baik dan membawa nama Poltek Nuklir ke kancah yang lebih luas dan lebih tinggi, serta dapat menjadi daya tarik bagi yang lain untuk dapat bergabung di UKM Beladiri,” tutupnya.
Turnamen Indonesian Super Fight Takewondo merupakan kejuaraan Taekwondo berskala nasional yang diikuti berbagai peserta dari bebagai daerah di Indonesia. Kejuaraan tersebut dirasa sangat baik untuk menambah pengalaman bertanding dan juga jam terbang bagi atlet Taekwondo Poltek Nuklir.
Kejuraan tersebut memperebutkan piala ketua umum Koni Pusat 3 dengan tujuan mendukung kegiatan positif bagi generasi muda, serta mendapatkan bibit-bibit muda baru taekwondo, menggairahkan bibit bibit muda dalam berkompetisi, sebagai ajang untuk meningkatkan prestasi dalam olahraga taekwondo, melalui Indonesia Super Fight Taekwondo Championship tahun 2025. (tek/ed:mn)