Yogyakarta-Humas BRIN. Mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN berhasil meraih juara II dalam lomba penulisan jurnal Ilmiah pada kompetisi Jurnal Ilmiah Festival Nasional dalam ajang Indonesia Nuclear Youth Society pada Nuclear Festival III, Kamis (1/5) lalu.
Memiliki tema Go Nuclear: Taking Action Toward Energy Transition and Prosperity, B Ixsanudin, Mahasiswa program studi Teknokimia Nuklir Angkatan 2022 tersebut mengambil judul untuk jurnalnya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir: Pilar Energi Bersih dan Berkelanjutan di Tengah Revolusi Teknologi AI dan Big Data. “Energi terbarukan seperti tenaga surya, panas bumi, air, dan angin menawarkan solusi ramah lingkungan, tetapi keterbatasannya menjadikannya kurang ideal sebagai sumber energi utama. Sebagai alternatif, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi solusi potensial untuk menyediakan energi bersih dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ixsanudin menjelaskan, bagaimana dirinya merasa yakin untuk mengambil judul tersebut. Menurutnya, kemajuan teknologi dari masa ke masa dari mesin uap hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Big Data telah memudahkan kehidupan manusia. Namun disaat yang sama juga, menyebabkan peningkatan emisi karbon, terutama dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil. “Kebutuhan energi yang semakin tinggi, namun sumber energi terbarukan terbatas dan proses untuk menghasilkan energi listrik yang menyebabkan pencemaran lingkungan menjadi masalah dunia modern. Terkait hal tersebut, maka PLTN dianggap sebagai solusi bersih dan berkelanjutan,” terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, jurnal disusun menggunakan pendekatan metode kajian pustaka dan survei. “Kajian pustaka dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan PLTN sebagai solusi energi bersih dan berkelanjutan yang lebih aman, ekonomis dibandingkan jenis pembangkit lainnya, khususnya dalam konteks kebutuhan energi besar akibat revolusi teknologi AI dan Big Data yang sedang terjadi,” ungkapnya.
Sementara itu, survei bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap PLTN, termasuk pengetahuan dan persetujuan mereka mengenai rencana pembangunan PLTN di Indonesia.
Ixsanudin berharap pencapaian kali ini bukan menjadi akhir pencapaiannya, melainkan menjadi langkah awal untuk terus berani berkompetisi dan meraih prestasi di berbagai ajang akademik ke depan. “Saya juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Poltek Nuklir lainnya untuk lebih percaya diri dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi ilmiah di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Fifi Nurfiana selaku dosen pembimbing mengungkapkan rasa syukur dan bahagi atas pencapaian mahasiswa bimbingannya. “Saya sangat bersyukur dan bangga atas keberhasilan Ixsan. Prestasi ini menunjukkan akan semangat belajar dan kepedulian terhadap isu energi bersih dari Mahasiswa. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu dan pembangunan energi di Indonesia,” ungkapnya.
Perlombaan di awali dengan seleksi abstrak yang dimulai dari tanggal 16 Januari 2025 hingga 19 Januari 2025. Seleksi abstrak menghasilkan sepuluh abstrak terbaik yang kemudian berhak untuk mengikuti seleksi full paper. Sepuluh Abstrak terbaik ini diantaranya ditulis oleh mahasiswa dari Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh November.
Seleksi selanjutnya adalah seleksi fullpaper yang dimulai pada tanggal 31 Maret 2025 sampai dengan 30 April 2025. “Tiga paper terbaik diumumkan pada tanggal 1 Mei 2025. Alhamdulillah, saya berhasil menempati posisi kedua,” ungkap Ixsanudin bangga.
Adapun posisi pertama diduduki oleh mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh November dengan judul paper Energi Nuklir Dalam Prespektif Keberlanjutan: Permodelan Stock Flow Diagram Menuju Net Zero Emmision 2060 dan posisi ketiga ditempati oleh mahasiswa dari LNG Academy-Politeknik Negeri Jakarta dengan judul Implementasi Small Modular Reactor (SMR) Untuk Mendukung Pencapaian Net Zero Emission 2060: Studi Kasus Pada Kawasan Kalimantan Barat, Indonesia. (tek, bi)