Yogyakarta – Humas BRIN. Penguatan sinergi antara riset strategis nasional dan pendidikan vokasi menjadi fokus utama dalam sosialisasi Program Riset dan Kolaborasi Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) kepada mahasiswa Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Yogyakarta, Kamis, (19/2). Program ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan riset strategis nasional di bidang ketenaganukliran yang relevan dengan kebutuhan nasional.
Kepala ORTN BRIN, Syaiful Bakhri, menjelaskan mahasiswa berkesempatan terlibat dalam proyek riset terapan mulai dari karakterisasi material, pengembangan teknik analisis radiasi, hingga dukungan pada inovasi berbasis teknologi akselerator. “Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi teknis, tetapi juga pengalaman langsung dalam ekosistem riset di lingkungan BRIN,” tegasnya.
Dalam paparannya, Syaiful menjelaskan riset teknologi nuklir BRIN dalam bidang pertahanan dan kesehatan lingkungan, di antaranya riset mengenai sistem keamanan Radiation Portal Monitor (RPM) dan Cargo Scanning Inspection (CSI) yang terintegrasi untuk mencegah penyalahgunaan bahan nuklir/radioaktif serta barang ilegal. Kemudian, riset Integrated Radiation Defence System (IRDS) sebagai sistem peringatan dini kecelakaan radiasi, kecelakaan nuklir, dan percobaan senjata nuklir.
Pada sektor industri, BRIN telah melakukan riset kemandirian material nuklir strategis sebagai teknologi pionir dalam eksplorasi penambangan dan pengolahan Logam Tanah Jarang (LTJ). Riset ini sekaligus menjadi satu-satunya pilot riset pengolahan mineral radioaktif skala regional ASEAN.
Pada sektor energi, BRIN meneliti penetapan rencana tata ruang wilayah, data riset dan model komputasi, pemilihan teknologi dan tapak, keamanan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), hingga rekomendasi klirens teknologi PLTN. Selain itu, BRIN juga meneliti Pembangkit Listrik dan Uap Panas untuk Industri (PELUIT).
Di sektor kesehatan, riset teknologi nuklir BRIN berfokus pada pengembangan produk radioisotop radiofarmaka untuk mendorong industri kesehatan nasional dalam diagnosis dan terapi, menggantikan produk impor minimal 50%, serta mengurangi kehilangan devisa.
Sedangkan di sektor pangan, BRIN telah mengembangkan riset teknologi nuklir untuk swasembada pangan dengan iradiasi nuklir melalui pengawetan pangan dan fitosanitari, teknik serangga mandul, dan teknologi iradiasi pembenihan.
Teknologi berkas nuklir dan akselerator juga telah dimanfaatkan untuk mengungkap sejarah peradaban manusia. Hal tersebut disampaikan Moh. Mu’alliful Ilmi, Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN.
Ilmi menjelaskan arkeometri berperan penting dalam mengidentifikasi komposisi, struktur, serta proses degradasi material cagar budaya, baik yang bersifat movable maupun immovable. Berbagai teknik karakterisasi seperti SEM, Raman Spectroscopy, FTIR, XRF hingga analisis berbasis sinkrotron dan teknik analisis berkas nuklir seperti NAA dan PIXE/PIGE dimanfaatkan untuk mengungkap jejak material pigmen pada lukisan cadas, tembikar, prasasti, hingga manuskrip kuno.
Ia mencontohkan berbagai temuan pigmentasi prasejarah di Indonesia mulai dari lukisan gua berusia lebih dari 50 ribu tahun di Sulawesi hingga pigmen pada tembikar dan inskripsi klasik. “Karakterisasi material ini tidak hanya menjawab pertanyaan tentang bahan penyusun, tetapi juga proses pembuatan, teknologi pemanasan, hingga mekanisme pelapukan yang terjadi selama ribuan tahun,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan multidisiplin berbasis teknologi nuklir membuka peluang besar dalam strategi konservasi dan pelestarian warisan budaya nasional.
Melalui integrasi program riset dan pendidikan ini, Poltek Nuklir BRIN diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya menguasai aspek teknis ketenaganukliran, tetapi juga mampu berkontribusi dalam berbagai bidang strategis, termasuk pelestarian budaya dan penguatan ekosistem riset nasional. Kuliah umum ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai luasnya aplikasi teknologi nuklir dalam menjawab tantangan lintas disiplin di Indonesia. (ksa, mr, dk/ed: tnt)
sumber: https://www.brin.go.id/news/126904/brin-perkuat-sinergi-riset-nuklir-dan-pendidikan-vokasi