Yogyakarta – Humas BRIN. Reaktor Nuklir Kartini yang berlokasi di Yogyakarta merupakan reaktor riset tipe TRIGA Mark II yang telah beroperasi sejak 1979 dan berperan penting dalam kegiatan penelitian, pendidikan, serta pelatihan di bidang ketenaganukliran. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) mengembangkan sistem akuisisi data operasi Reaktor Nuklir Kartini berbasis Programmable Logic Controller (PLC) sebagai upaya modernisasi sistem pemantauan reaktor riset di Indonesia.
“Dalam perjalanannya, beberapa sistem pendukungnya mulai mengalami keterbatasan karena teknologi yang digunakan sudah cukup lama. Sementara itu, pengelolaan sistem menjadi aspek krusial guna memastikan akuisisi data operasi reaktor tetap aman sesuai standar keselamatan internasional,” ungkap Sutanto, Dosen sekaligus Wakil Direktur bidang Akademik Poltek Nuklir pada Kamis, (12/3).
Dalam penelitiannya bersama Muhammad Salino Akbar dan Zulfikar Elran Bhagaskara dengan judul ‘Development of a PLC-Based Kartini Reactor Operation Data Acquisition System’, Sutanto mengungkapkan bahwa evaluasi oleh tim ahli dari International Atomic Energy Agency (IAEA) juga merekomendasikan pembaruan pada subsistem pemantauan reaktor yang sebelumnya menggunakan perangkat yang sudah tidak lagi diproduksi dan sulit mendapatkan suku cadangnya.
“Oleh karenanya, penelitian dilakukan untuk mengembangkan sistem akuisisi data baru berbasis PLC sebagai sistem cadangan yang lebih modern dan andal. Selain itu, pengembangan dilakukan untuk meningkatkan keandalan monitoring parameter operasi reaktor serta mendukung keselamatan operasional fasilitas nuklir yang menjadi sarana penting bagi kegiatan riset, pendidikan, dan pelatihan di bidang ketenaganukliran,” terangnya.
Dalam penelitian tersebut, sistem akuisisi data baru dirancang menggunakan PLC yang terintegrasi dengan perangkat lunak LabVIEW untuk menampilkan parameter operasi reaktor secara visual dan real-time.
“Sistem ini mampu mengakuisisi berbagai parameter penting seperti daya linear, persentase daya logaritmik, periode reaktor, serta posisi batang kendali. Selain parameter analog, sistem juga memantau sinyal digital yang berkaitan dengan mekanisme keselamatan reaktor, termasuk kondisi trip yang dapat memicu penghentian operasi secara otomatis ketika terjadi anomali,” ungkapnya.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berbasis PLC yang dikembangkan memiliki tingkat akurasi yang sangat baik dengan deviasi kesalahan relatif yang kecil dibandingkan sistem pemantauan sebelumnya. Pengujian sistem dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran sistem baru dengan sistem lama yang masih digunakan di reaktor beroperasi.
“Parameter daya linear memiliki tingkat kesalahan yang sangat kecil, sekitar 0,09%, sementara parameter periode dan posisi batang kendali juga menunjukkan akurasi tinggi dengan kesalahan di bawah 1%. Seluruh sinyal digital keselamatan reaktor juga berhasil berfungsi sesuai kondisi yang diharapkan ketika diuji pada sistem. Hal ini menunjukkan bahwa sistem baru memiliki akurasi yang sangat baik dan dapat bekerja sebanding dengan sistem lama. Selain itu, semua sinyal keselamatan juga berhasil terdeteksi dengan benar ketika kondisi trip terjadi tambahnya.
Menurut Sutanto, pengembangan sistem akuisisi data ini juga menunjukkan bahwa institusi pendidikan vokasi seperti Poltek Nuklir BRIN tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran, tetapi juga aktif menghasilkan inovasi teknologi yang mendukung operasional fasilitas nuklir riset.
“Melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam penelitian seperti ini, kami berharap dapat memperkuat kompetensi teknis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan keselamatan dan keandalan operasi reaktor riset di Indonesia,” tutupnya. (ksa, tek)
sumber: https://www.brin.go.id/news/127182/brin-kembangkan-sistem-akuisisi-data-operasi-reaktor-kartini-berbasis-plc