Humas Poltek —Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (Poltek Nuklir - BRIN) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pendidikan teknologi nuklir sebagai upaya meningkatkan pemahaman publik terhadap peran strategis ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir dalam pembangunan nasional secara daring (16/03). Kegiatan ini dihadiri oleh guru dan siswa dari beberapa sekolah yaitu SMA N 8 Yogyakarta, SMA N 1 Bobotsari, MAN 4 Bantul, dan MA Husnul Khotimah.
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Direktur Non Akademik Poltek Nuklir, Dr. Eng. Sukarman, S.T., M.Eng., yang menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki kontribusi penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap terjun ke dunia industri. “Pendidikan vokasi dirancang untuk mengintegrasikan penguasaan teori dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja” papar Sukarman.
Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah naungan BRIN berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan di bidang teknologi nuklir yang berorientasi pada pemanfaatan damai. Program studi yang diselenggarakan meliputi Elektronika Instrumentasi, Elektro Mekanika, dan Teknokimia Nuklir, dengan lulusan yang diproyeksikan memiliki kompetensi sebagai tenaga profesional di bidang proteksi radiasi, rekayasa sistem, pengolahan bahan nuklir, serta berbagai sektor industri berbasis teknologi.
Dalam paparannya, Sukarman menyebutkan bahwa untuk mendukung proses pembelajaran, Poltek Nuklir dilengkapi dengan berbagai fasilitas unggulan, antara lain laboratorium reaktor riset, laboratorium instrumentasi nuklir, fasilitas akselerator, serta sarana pendukung pembelajaran modern lainnya. “Selain itu, institusi ini juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis baik di tingkat nasional maupun internasional guna memperkuat kualitas pendidikan dan daya saing lulusan” imbuhnya.
Berdasarkan data tracer study tahun 2024, tingkat serapan lulusan Poltek Nuklir di dunia kerja tergolong tinggi, dengan mayoritas lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu relatif singkat setelah menyelesaikan pendidikan. Hal ini mencerminkan kesesuaian antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri serta tingginya kualitas lulusan yang dihasilkan.
Dalam kegiatan ini hadir pula Halim Hamadi, salah satu Dosen Poltek Nuklir, yang memaparkan tentang pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia. Halim menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia diarahkan sepenuhnya untuk tujuan damai, antara lain di bidang kesehatan, pertanian, industri, dan energi. “Pemahaman yang komprehensif mengenai teknologi nuklir diharapkan dapat mengurangi stigma negatif yang selama ini berkembang di masyarakat” terang Halim.
Poltek Nuklir membuka 2 (dua) jenis pendaftaran untuk penerimaan mahasiswa baru yaitu Jalur Prestasi dan Ujian Tulis. Jalur Prestasi dibuka hingga tanggal 29 Maret 2026 sedangkan Ujian Tulis direncanakan akan dibuka pendaftaran mulai tanggal 13 April hingga 1 Mei 2026 melalui portal PMB dengan alamat https://polteknuklir.siakadcloud.com/spmbfront/home.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Poltek Nuklir berharap dapat meningkatkan minat generasi muda untuk menempuh pendidikan di bidang teknologi nuklir sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan.