Yogyakarta – Humas BRIN. Pusat Riset Fisika Kuantum bersama Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) BRIN memperkenalkan peluang riset fisika partikel tingkat internasional kepada mahasiswa di Yogyakarta pada Senin, (23/2). Kegiatan ini menghadirkan Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN Zulkaida Akbar. Ia memaparkan kiprah riset BRIN dalam eksperimen A Large Ion Collider Experiment (ALICE) di CERN, yakni pusat penelitian fisika partikel terbesar di dunia sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai penguasaan sains dasar, teknologi instrumentasi, dan komputasi modern menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi peneliti masa depan yang mampu berkontribusi di tingkat global.
Zulkaida menjelaskan bahwa Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN melalui Kelompok Riset Fisika Energi Eksperimen aktif dalam pengembangan instrumentasi dan detektor, analisis data fisika quark-gluon plasma di Large Hadron Collider (LHC), hingga keterlibatan langsung dalam operasi eksperimen di CERN. BRIN juga berkontribusi dalam infrastruktur komputasi global ALICE melalui pengelolaan server grid di Indonesia sebagai bagian dari sistem komputasi internasional untuk memproses miliaran data tumbukan partikel.
Menurutnya, riset fisika energi tinggi menuntut penguasaan teknologi kompleks mulai dari sistem detektor, elektronika cepat, data acquisition system (DAQ), hingga high-performance computing. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat dalam ekosistem teknologi paling mutakhir di dunia,” ujarnya.
Selain eksperimen partikel, timnya juga mengembangkan riset muon tomography, teknik pencitraan berbasis sinar kosmik yang bersifat non-destruktif dan non-radioaktif. “Teknologi ini telah diterapkan pada berbagai sektor mulai dari pencitraan struktur bawah tanah, industri minyak dan gas, hingga geofisika dan arkeologi, serta semakin dikenal luas sejak keberhasilannya mengungkap ruang tersembunyi di Piramida Giza,” tambah Akbar.
Dalam aspek komputasi, BRIN melalui Pusat Riset Komputasi dan Pusat Riset Sains Data mendukung analisis data skala besar serta simulasi numerik untuk rekonstruksi eksperimen partikel. Infrastruktur ini menjadi bagian penting kontribusi Indonesia dalam jejaring komputasi global fisika energi tinggi.
Melalui kuliah umum ini, Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN secara resmi membuka peluang bagi mahasiswa Poltek Nuklir untuk terlibat dalam program magang, MBKM, tugas akhir, Degree by Research (DBR), hingga Joint Research Visit ke CERN dan berbagai laboratorium internasional. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat positioning Poltek Nuklir BRIN sebagai institusi vokasi yang terhubung langsung dengan kolaborasi riset global dan siap mencetak talenta muda berdaya saing internasional. (ksa, mr, dk)